Cari di sini

PERINGATAN !

DILARANG MENGUTIP, MENJIPLAK, ATAU MENG-COPYPASTE-KAN ISI DARI KAJIAN YANG PERNAH DILAKUKAN DAN DIPUBLIKASIKAN DI WEBSITE INI !!

BELAJAR BUKAN DARI HASIL MENJIPLAK TAPI DARI KETEKUNAN DAN KEULETAN DALAM MENCARI PRESTASI. HIDUP BUKAN UNTUK DIBANGGAKAN TAPI UNTUK MEMBANGGAKAN!

Tentang ku

Alfian Rokhmansyah

Lahir di Pemalang pada hari Rabu tanggal 30 Agustus 1989. Alamat rumah di Jalan Jenderal Sudirman No. 18 RT 007 RW 007 Kelurahan Purwoharjo, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Pendidikan dasar diselesaikan di SD Muhammadiyah 02 Comal dan SMP Negeri 1 Comal. Pendidikan menengah diselesaikan di SMA Negeri 1 Pemalang dengan program studi Ilmu Alam.

Saat ini sedang menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Program studi yang ditempuh Sastra Indonesia S1 dengan konsentrasi bidang Ilmu Sastra. Beberapa minggu terakhir ini tengah disibukkan dengan aktivitas bimbingan skripsi bidang kajian resepsi sastra, di tengah kesibukannya menyelesaikan tugas-tugas kuliah. Semoga bisa dinyatakan lulus tahun ini dan menjalani wisuda awal tahun 2011.


Add FB ku ya...

Sabtu, 20 Desember 2008

ASPEK SEMANTIK DAN VERBA DALAM CERITA PENDEK “MEGATRUH” KARYA TITON RAHMAWAN (SEBUAH KAJIAN STRUKTURAL TZVETAN TODOROV)

          Perkembangan seni sastra khususnya prosa merupakan hasil kerja keras para penghasil sastra. Sekarang ini banyak sekali bermunculan para sastrawan baru, khususnya di bidang penulisan cerita pendek (cerpen). Mulai dari orang biasa hingga artis pun mulai mencoba untuk menulis cerita pendek bahkan novel.
          Dalam membaca dan memahami karya sastra bukanlah hal yang mudah. Culler (1975:134) mengatakan bahwa membaca sastra adalah kegiatan yang paradoksal, yaitu kita menciptakan kembali dunia ciptaan, dunia rekaan, dan menjadikannya sesuatu yang akhirnya dapat kita kenali. Salah satu cara memahami karya sastra adalah dengan mengkaji atau menganalisis karya sastra tersebut.
          Metode pendekatan yang sering digunakan dalam mengkaji suatu karya sastra adalah pendekatan struktural. Pendekatan ini dapat mengupas karya sastra atas dasar strukturnya. Akan tetapi, pendekatan ini baru merupakan kerja pendahuluan karena karya sastra merupakan bagian atau mata rantai sejarah sastra dan sejarah bangsanya. Dengan demikian karya sastra tidak dapat dilepaskan dari konteks sosial-budayanya (Teeuw, 1983:61).
          Dalam perkembangannya, strukturalisme mengalami beberapa perubahan dalam menilai dan menganalisis sastra. Salah satu perkembangannya adalah naratologi strukturalis, yang merupakan pendekatan dalam bidang naratif. Beberapa tokoh sastra strukturalis mencetuskan teori-teori mereka setelah melakukan penelitian dari teks-teks naratif.
Todorov merupakan salah satu tokoh yang mencetuskan teorinya atas dasar naratif. Teori naratif strukturalis berkembang dari analogi-analogi linguistik dasar tertentu. Sintaksis adalah model dasar aturan naratif. Pendekatan yang Todorov gembor-gemborkan waktu itu adalah “sintaksis naratif”.
          Dalam kajian yang akan penulis lakukan, penulis mengambil judul “Aspek Semantik dan Verba dalam Cerita Pendek “Megatruh” Karya Titon Rahmawan (Sebuah Kajian Struktural Tzvetan Todorov)” dengan alasan bahwa pendekatan struktural yang dicetuskan oleh Todorov dalam perkembangan di Indonesia masih terbilang baru. Sehingga penulis berharap dapat mencapai hasil yang maksimal dalam mengkaji cerita pendek yang berjudul “Megatruh” tersebut.

=> Untuk download file ini klik di sini (PDF)
atau download per bab berikut ini:
BAB 1
BAB 2
BAb 3
BAB 4

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan tinggalkan pesan anda untuk tulisan ini...