Cari di sini

PERINGATAN !

DILARANG MENGUTIP, MENJIPLAK, ATAU MENG-COPYPASTE-KAN ISI DARI KAJIAN YANG PERNAH DILAKUKAN DAN DIPUBLIKASIKAN DI WEBSITE INI !!

BELAJAR BUKAN DARI HASIL MENJIPLAK TAPI DARI KETEKUNAN DAN KEULETAN DALAM MENCARI PRESTASI. HIDUP BUKAN UNTUK DIBANGGAKAN TAPI UNTUK MEMBANGGAKAN!

Tentang ku

Alfian Rokhmansyah

Lahir di Pemalang pada hari Rabu tanggal 30 Agustus 1989. Alamat rumah di Jalan Jenderal Sudirman No. 18 RT 007 RW 007 Kelurahan Purwoharjo, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Pendidikan dasar diselesaikan di SD Muhammadiyah 02 Comal dan SMP Negeri 1 Comal. Pendidikan menengah diselesaikan di SMA Negeri 1 Pemalang dengan program studi Ilmu Alam.

Saat ini sedang menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Program studi yang ditempuh Sastra Indonesia S1 dengan konsentrasi bidang Ilmu Sastra. Beberapa minggu terakhir ini tengah disibukkan dengan aktivitas bimbingan skripsi bidang kajian resepsi sastra, di tengah kesibukannya menyelesaikan tugas-tugas kuliah. Semoga bisa dinyatakan lulus tahun ini dan menjalani wisuda awal tahun 2011.


Add FB ku ya...

Jumat, 27 Februari 2009

METODE APRESIASI PUISI ( DASAR-DASAR PENGKAJIAN PUISI )

METODE APRESIASI PUISI
( DASAR-DASAR PENGKAJIAN PUISI )

Oleh :
ALFIAN ROKHMANSYAH
Sastra Indonesia, 2007
Universitas Negeri Semarang

Seperti halnya karya sastra lain, puisi mempunyai ciri-ciri khusus. Umumnya penyair mengungkapkan gagasan dengan kalimat yang relatif pendek serta padat, ditulis berderet ke bawah (dalam bentuk bait-bait), dan tidak jarang menggunakan kata-kata atau kalimat yang bersifat konotatif.
Kalimat yang pendek-pendek dan padat, ditambah makna konotasi yang sering terdapat pada puisi, menyebabkan isi puisi seringkali sulit dipahami. Oleh karena itu diperlukan langkah-langkah sebagai berikut untuk mengapresiasi puisi, terutama pada puisi yang tergolong ‘sulit’ :
1.Membaca puisi berulang kali
2.Melakukan pemenggalan dengan membubuhkan :
a.Garis miring tunggal ( / ) jika di tempat tersebut diperlukan tanda baca koma.
b.Dua garis miring ( // ) mewakili tanda baca titik, yaitu jika makna atau pengertian kalimat sudah tercapai.
3. Melakukan parafrase dengan menyisipkan atau menambahkan kata-kata yang dapat memperjelas maksud kalimat dalam puisi.
4. Menentukan makna kata atau kalimat yang konotatif (jika ada).
5. Menceritakan kembali isi puisi dengan kata-kata sendiri dalam bentuk prosa.
Berbekal hasil kerja tahapan-tahapan di atas, unsur intrinsik puisi seperti tema, amanat atau pesan, feeling, dan tone dapat digali dengan lebih mudah.

Download file? pilih menu dibawah ini disini:
1. PDF File
2. Ms. WORD File

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan tinggalkan pesan anda untuk tulisan ini...