Cari di sini

PERINGATAN !

DILARANG MENGUTIP, MENJIPLAK, ATAU MENG-COPYPASTE-KAN ISI DARI KAJIAN YANG PERNAH DILAKUKAN DAN DIPUBLIKASIKAN DI WEBSITE INI !!

BELAJAR BUKAN DARI HASIL MENJIPLAK TAPI DARI KETEKUNAN DAN KEULETAN DALAM MENCARI PRESTASI. HIDUP BUKAN UNTUK DIBANGGAKAN TAPI UNTUK MEMBANGGAKAN!

Tentang ku

Alfian Rokhmansyah

Lahir di Pemalang pada hari Rabu tanggal 30 Agustus 1989. Alamat rumah di Jalan Jenderal Sudirman No. 18 RT 007 RW 007 Kelurahan Purwoharjo, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Pendidikan dasar diselesaikan di SD Muhammadiyah 02 Comal dan SMP Negeri 1 Comal. Pendidikan menengah diselesaikan di SMA Negeri 1 Pemalang dengan program studi Ilmu Alam.

Saat ini sedang menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Program studi yang ditempuh Sastra Indonesia S1 dengan konsentrasi bidang Ilmu Sastra. Beberapa minggu terakhir ini tengah disibukkan dengan aktivitas bimbingan skripsi bidang kajian resepsi sastra, di tengah kesibukannya menyelesaikan tugas-tugas kuliah. Semoga bisa dinyatakan lulus tahun ini dan menjalani wisuda awal tahun 2011.


Add FB ku ya...

Minggu, 08 Maret 2009

KAJIAN STILISTIKA DALAM NASKAH LAKON RONGGOLAWE KARYA S.T. WIYONO

KAJIAN STILISTIKA DALAM NASKAH LAKON RONGGOLAWE KARYA S.T. WIYONO

Naskah lakon atau drama sebagai salah satu jenis pengucapan kesusastraan, selain memiliki elemen-elemen yang sama dengan roman pada umumnya yakni alur, tema dan penokohan. Naskah lakon dibedakan dengan bentuk-bentuk lainnya terutama dalam hal pemenuhan tuntutan kebutuhan penyajian kembali di atas pentas. Dalam hal ini, pelaku dituntut untuk memerankan perwatakan tokoh-tokohnya serta melaksanakan dialog-dialognya demi mendukung kelancaran cerita. Dengan demikian, drama atau naskah lakon sebagai sastra adalah cerita yang unik. Ia hadir bukan untuk dibaca saja, melainkan dipertunjukkan sebagai tontonan. Drama belum mencapai 'kesempurnaan-nya' apabila belum sampai pada tahap pementasan teater sebagai bentuk perwujudannya. Untuk itu pemakaian gaya bahasa naskah lakon merupakan sesuatu hal yang 'unik' dan telah diperhitungkan baik oleh sang pengarang, sutradara, maupun para pemain yang terlibat proses pementasan. Selain sebagai sarana untuk membangun atmosfir dan suasana baik pembaca maupun penonton, bahasa juga digunakan sebagai media untuk menyampaikan ide atau gagasan dasar pengarang sehingga drama hadir tidak dalam kondisi yang 'kosong'.
Bahasa dalam suatu karya sastra merupakan "sarana" imajinasi dan kreativitas pengarang. Makna sebuah karya sastra dapat digali dan ditelusuri melalui bahasa yang digunakannya. Dengan demikian, pemakaian gaya bahasa (juga pemilihan kata) sangat menentukan penyampaian makna suatu karya sastra. Pemakaian gaya bahasa itu meliputi bunyi, rangkaian bunyi, kata, rangkaian kata, frase hingga kalimat yang dipilih dan digunakan dengan seksama. Hal-hal semacam itu dapat menimbulkan efek dalam diri pembaca, misalnya untuk menggugah simpati atau empati pembaca (Sukesti, 2003: 141). Selain itu pemakaian gaya bahasa juga dimaksudkan agar karya sastra terasa indah (estetis) atau sebagai variasi untuk menghindari kemonotonan.
S.T. Wiyono adalah salah satu penulis naskah drama berbahasa Jawa yang cukup piawai dalam pemakaian gaya bahasa dalam mengungkapkan kenyataan-kenyataan sosial di masyakarat. Selain itu, pandangan tentang nilai-nilai hidup, pertentangan batin antara perbuatan baik dan buruk juga tercermin dalam naskah drama yang ditulisnya. Salah satu naskah drama hasil karyanya, "Ronggolawe" banyak mengungkapkan masalah sosial yang terjadi di masyarakat, sangat menarik untuk dikaji lebih lanjut dari pendekatan stilistika.

Untuk download file ini, silakan klik di sini (PDF File), thanks...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan tinggalkan pesan anda untuk tulisan ini...