Cari di sini

PERINGATAN !

DILARANG MENGUTIP, MENJIPLAK, ATAU MENG-COPYPASTE-KAN ISI DARI KAJIAN YANG PERNAH DILAKUKAN DAN DIPUBLIKASIKAN DI WEBSITE INI !!

BELAJAR BUKAN DARI HASIL MENJIPLAK TAPI DARI KETEKUNAN DAN KEULETAN DALAM MENCARI PRESTASI. HIDUP BUKAN UNTUK DIBANGGAKAN TAPI UNTUK MEMBANGGAKAN!

Tentang ku

Alfian Rokhmansyah

Lahir di Pemalang pada hari Rabu tanggal 30 Agustus 1989. Alamat rumah di Jalan Jenderal Sudirman No. 18 RT 007 RW 007 Kelurahan Purwoharjo, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Pendidikan dasar diselesaikan di SD Muhammadiyah 02 Comal dan SMP Negeri 1 Comal. Pendidikan menengah diselesaikan di SMA Negeri 1 Pemalang dengan program studi Ilmu Alam.

Saat ini sedang menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Program studi yang ditempuh Sastra Indonesia S1 dengan konsentrasi bidang Ilmu Sastra. Beberapa minggu terakhir ini tengah disibukkan dengan aktivitas bimbingan skripsi bidang kajian resepsi sastra, di tengah kesibukannya menyelesaikan tugas-tugas kuliah. Semoga bisa dinyatakan lulus tahun ini dan menjalani wisuda awal tahun 2011.


Add FB ku ya...

Selasa, 07 April 2009

KLAUSA SUBORDINATIF

A. Pengertian
Klausa subordinatif, atau yang sering disebut dengan klausa terikat, yaitu klausa yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat lengkap, tetapi dapat menjadi kalimat minor dengan intonasi final.
B. Macam-macam Kalusa Subordinatif
Klausa subordinatif dibagi menjadi:
1. Klausa Tergabung Subordinatif Berbatasan (KTSB)
1.1 KTSB Final
Pada jenis klausa ini, terdapat hubungan tujuan dari apa yang disebutkan oleh klausa yang pertama. Kata penghubung yang biasa digunakan antara lain: agar, supaya, demi, untuk, dan biar.
Contoh:
(1) Selain tidak sepenuhnya benar, hal itu juga akan menjadi modus pengelola situ lainnya untuk lepas tanggung jawab apabila terjadi kondisi serupa.
(2) Informasi tersebut selanjutnya dapat dikembangkan untuk mengaudit penggunaan dana rehabilitasi, operasional, dan pemeliharaan Situ Gintung tahun anggaran 2008 dan anggaran tahun sebelumnya.
(3) Ia memanfaatkan limbah itu untuk membuat lukisan tiga dimensi.
1.2 KTSB Kausal
Klausa jenis ini mempunyai hubungan sebab yang menyatakan sebab atau alasan terjadinya hal yang dinyatakan dalam klausa utama. Kata penghubung yang sering digunakan adalah karena, sebab, dan oleh karena.
(4) Kebijakan parpol-parpol kita tidak pernah jelas karena ketidakjelasan ideologi mereka.
(5) Mafia perizinan ini harus dibersihkan karena sebagian malapetaka banjir, kekeringan, dan tanah longsor titik awalnya bersumber dari pelanggaran tata ruang.
(6) Eva tidak menanggapi kehadiran waralaba asing itu sebagai ancaman karena biasanya modal waralaba asing besar dan mengambil segmen pasar berbeda.
(7) Pendidikan dasar gratis bukanlah sesuatu yang luar biasa karena anggaran pendidikan sudah dialokasikan 20 persen dari APBD.
1.3 KTSB Kondisional
Pada jenis klausa ini terdapat hubungan syarat yang menyatakan syarat terlaksananya hal yang disebutkan oleh klausa utama. Kata penghubung yang digunakan adalah jika, jikalau, kalau, bila dan asalkan.
Contoh:
(8) Jika sudah lulus sertifikasi tetapi belum mendapat tunjangan profesi, dana dari pemerintah daerah dihentikan.
(9) Bila setelah fisioterapi pasien tetap menderita nyeri bahu, penebalan kapsul itu bisa diatasi dengan bedah minimal invasif.
(10) Mereka akan melaporkan jika terjadi kecurangan.
1.4 KTSB Konsekutif
Pada jenis klausa ini terdapat hubungan hasil yang menyatakan hasil atau akibat dari hal yang dinyatakan oleh klausa utama. Kata penghubung yang digunakan adalah sampai, sampai-sampai, sehingga dan maka.
Contoh:
(11) Dia mengukir styrofoam sesuai motif yang sudah digambar sebelumnya sehingga membentuk lukisan tiga dimensi.
1.5 KTSB Konsesif
Klausa ini mengadung hubungan konsesif yang klausa utamanya tidak mengubah penyataan yang terdapat di dalam klausa pertama. Kata penghubung yang digunakan adalah sungguhpun, biarpun, kendatipun, meskipun, walaupun, dan sekalipun.
Contoh:
(12) Sekalipun badai hujan besar terjadi, kita tidak pernah/jarang sekali menyaksikan pematang sawah yang kecil dan panjang itu ambrol terseret air.
1.6 KTSB Temporal
Pada jenis klausa ini, terdapat hubungan waktu berurutan yang ditandai dengan kata penghubung sebelum, sehabis, setelah, sesudah, seusai, dan begitu.
Contoh:
(13) Sementara itu, setelah enam hari berlalu dari petaka dini hari, warga korban jebolnya tanggul Situ Gintung mulai membutuhkan alat-alat masak.
2. Klausa Tergabung Subordinatif Terkandung (KTST)
2.1 KTST Pewatas
Pada klausa jenis ini, terdapat hubungan atributif yang ditandai dengan kata penghubung yang.
Contoh:
(14) Kami masih menunggu petugas-petugas yang mendata ulang ke seluruh masyarakat.
(15) Dia mengukir styrofoam sesuai motif yang sudah digambar sebelumnya sehingga membentuk lukisan tiga dimensi.
(16) Apalagi Rumah Sains Ilma menawarkan pendidikan sains menyenangkan untuk membentuk karakter yang manfaatnya baru bisa dirasakan jangka panjang.
2.2 KTST Pemerlengkap
2.2.1 KTST Pemerlengkap Proposisional
Jenis klausa ini mempunyai hubungan kenyataan yang ditandai dengan kata pengubung bahwa. Klausa ini bertugas melengkapi verba atau melengkapi nomina subyek.
Contoh:
(17) Ketua KPU Bali Ketut Sukawati Lanang Perbawa mengatakan bahwa pihaknya belum mendapati adanya kesalahan pada pengecekan ulang ini.
(18) Para penggugat mendalilkan bahwa Pemerintah Indonesia telah melakukan perbuatan melawan hukum.
(19) Majelis hakim bisa menerima bahwa merokok itu membahayakan kesehatan, tetapi aneh keputusan majelis hakim sangat bertolak belakang.
2.2.2 KTST Pemerlengkap Eventif
Contoh:
(20) Pemerintah menargetkan proses sertifikasi selesai tahun 2015.
2.2.3 KTST Pemerlengkap Perbuatan yang Dilakukan
Jenis klausa ini ditandai dengan verba melihat, menyaksikan, mengetahui, berhasil, berhenti, dan mulai.
Contoh:
(21) Akhirnya usaha itupun berhasil menarik perhatian.
(22) Orang yang melihat akan mengira lukisan tersebut berbahan baku batu atau semen.
2.2.4 KTST Pemerlengkap Perbuatan yang Tidak Dilakukan
Klausa ini ditandai dengan verba mencegah, menolak, gagal, dan lupa.
Contoh:
(23) Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menolak semua gugatan lembaga swadaya masyarakat terhadap Presiden dan Ketua DPR RI.
(24) Mesir dan Arab Saudi, misalnya, menolak memberi angin kepada kelompok Hamas di Palestina dan kelompok Hezbollah di Libanon yang mengobarkan perlawanan bersenjata terhadap Israel.
2.2.5 KTST Pemerlengkap Perbuatan yang Mungkin Dilakukan
Jenis klausa ini ditandai dengan penggunaan verba bermaksud, berniat, bertekad, merencanakan, menganjurkan, dan menyarankan.
Contoh:
(25) Pengusaha itu merencanakan pindah rumah.


Untuk mendownload file ini, silakan klik disini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan tinggalkan pesan anda untuk tulisan ini...