Cari di sini

PERINGATAN !

DILARANG MENGUTIP, MENJIPLAK, ATAU MENG-COPYPASTE-KAN ISI DARI KAJIAN YANG PERNAH DILAKUKAN DAN DIPUBLIKASIKAN DI WEBSITE INI !!

BELAJAR BUKAN DARI HASIL MENJIPLAK TAPI DARI KETEKUNAN DAN KEULETAN DALAM MENCARI PRESTASI. HIDUP BUKAN UNTUK DIBANGGAKAN TAPI UNTUK MEMBANGGAKAN!

Tentang ku

Alfian Rokhmansyah

Lahir di Pemalang pada hari Rabu tanggal 30 Agustus 1989. Alamat rumah di Jalan Jenderal Sudirman No. 18 RT 007 RW 007 Kelurahan Purwoharjo, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Pendidikan dasar diselesaikan di SD Muhammadiyah 02 Comal dan SMP Negeri 1 Comal. Pendidikan menengah diselesaikan di SMA Negeri 1 Pemalang dengan program studi Ilmu Alam.

Saat ini sedang menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Program studi yang ditempuh Sastra Indonesia S1 dengan konsentrasi bidang Ilmu Sastra. Beberapa minggu terakhir ini tengah disibukkan dengan aktivitas bimbingan skripsi bidang kajian resepsi sastra, di tengah kesibukannya menyelesaikan tugas-tugas kuliah. Semoga bisa dinyatakan lulus tahun ini dan menjalani wisuda awal tahun 2011.


Add FB ku ya...

Selasa, 07 April 2009

POLA ASUH OTORITATIF SEBAGAI POLA ASUH PADA ANAK USIA BALITA

Anak merupakan karunia Tuhan yang harus dijaga. Tetapi faktanya banyak orang tua yang kurang memperhatikan dan memberikan perhatian serta kasih sayang kepada anak-anak mereka. Mengasuh anak mulai dari lahir hingga ia menjadi dewasa memang bukan perkara yang mudah. Banyak kendala yang harus dihadapi oleh orang tua maupun anak itu sendiri. Apalagi bagi mereka yang baru pertama kali mempunyai seorang anak dan kurang mempunyai pemahaman mengenai perawatan anak.

Di daerah metropolitan yang sebagian besar masyarakatnya bekerja, umumnya mereka menyewa jasa pengasuh untuk mengasuh anak mereka. Biasanya anak yang dibesarkan dengan pengasuh akan cenderung dekat dengan pengasuhnya dibandingkan dengan orang tua mereka. Hal ini akan berakibat seorang anak kurang mengenal figur orang tua mereka. 

Selain pengasuh, pola asuh yang diberikan oleh orang tua juga dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian anak usia balita. Diana Baumrind (Santrock, 2002:257) berpendapat bahwa orang tua tidak boleh menghukum atau mengucilkan, tetapi sebagai gantinya orang tua harus mengembangkan aturan-aturan bagi anak-anak dan mencurahkan kasih sayang kepada mereka. 

Perbedaan pola pengasuhan untuk setiap tingkatan umur pada anak, merupakan salah satu kendala utama bagi orang tua. Anak usia dini atau sering disebut balita, sangat membutuhkan perhatian dari orang tua. Pola asuh yang diterapkan pun harus sesuai dengan kondisi usia mereka. Pola asuh untuk anak umur satu tahun berbeda dengan anak usia tiga atau empat tahun. Dampaknya, orang tua yang mempunyai pekerjaan, khususnya ibu yang mempunyai pekerjaan kantor, tersandung banyak masalah dengan kondisi pengasuhan anak mereka.

Tujuan utama pengasuhan anak sejak dini adalah untuk membentuk kepribadian anak setelah ia dewasa. Model pola asuh juga dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian anak, khususnya saat ia menerima bentuk pola asuh tersebut. Model pola asuh yang diterapkan orang tua saat ini memang kurang atau jauh dari standar pola asuh untuk anak usia balita.

Model pola asuh yang salah apabila diterapkan pada anak usia balita akan menyebabkan beberapa dampak kurang baik bagi perkembangan kepribadian anak. Oleh karena itu penulis membahas masalah pola asuh orang tua terhadap anak mereka serta dampak yang akan muncul di kemudian hari, dan penulis mengambil judul Pola Asuh Otoritatif sebagai Pola Asuh pada Anak Usia Balita.


Untuk mendownload file ini, silakan klik disini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan tinggalkan pesan anda untuk tulisan ini...