Cari di sini

PERINGATAN !

DILARANG MENGUTIP, MENJIPLAK, ATAU MENG-COPYPASTE-KAN ISI DARI KAJIAN YANG PERNAH DILAKUKAN DAN DIPUBLIKASIKAN DI WEBSITE INI !!

BELAJAR BUKAN DARI HASIL MENJIPLAK TAPI DARI KETEKUNAN DAN KEULETAN DALAM MENCARI PRESTASI. HIDUP BUKAN UNTUK DIBANGGAKAN TAPI UNTUK MEMBANGGAKAN!

Tentang ku

Alfian Rokhmansyah

Lahir di Pemalang pada hari Rabu tanggal 30 Agustus 1989. Alamat rumah di Jalan Jenderal Sudirman No. 18 RT 007 RW 007 Kelurahan Purwoharjo, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Pendidikan dasar diselesaikan di SD Muhammadiyah 02 Comal dan SMP Negeri 1 Comal. Pendidikan menengah diselesaikan di SMA Negeri 1 Pemalang dengan program studi Ilmu Alam.

Saat ini sedang menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Program studi yang ditempuh Sastra Indonesia S1 dengan konsentrasi bidang Ilmu Sastra. Beberapa minggu terakhir ini tengah disibukkan dengan aktivitas bimbingan skripsi bidang kajian resepsi sastra, di tengah kesibukannya menyelesaikan tugas-tugas kuliah. Semoga bisa dinyatakan lulus tahun ini dan menjalani wisuda awal tahun 2011.


Add FB ku ya...

Sabtu, 02 Mei 2009

KAJIAN KRITIK SASTRA STRUKTURAL PADA PUISI KISSAH ZAMAN KARYA ANAS MA’RUF (KAJIAN ROMAN INGARDEN DAN J. ELMA)

Karya sastra adalah salah satu jenis hasil budidaya masyarakat yang dinyatakan dengan bahasa, baik lisan maupun tulis, yang mengandung keindahan. Karya sastra diciptakan pengarang untuk dinikmati, dipahami, dihanyati, dan dimanfaatkan oleh masyarakat pembacanya. Pengarang itu sendiri adalah anggota masyarakat dan lingkungannya, ia tak bisa begitu saja melepaskan diri dari masyarakat lingkungannya.

Karya sastra, seperti diakui banyak orang, merupakan suatu bentuk komunikasi yang disampaikan dengan cara yang khas dan menolak segala sesuatu yang serba “rutinitas” dengan memberikan kebebasan kepada pengarang untuk menuangkan kreativitas imajinasinya. Hal ini menyebabkan karya sastra menjadi lain, tidak lazim, namun juga kompleks sehingga memiliki berbagai kemungkinan penafsiran dan sekaligus menyebabkan pembaca menjadi “terbata-bata” untuk berkomunikasi dengannya.

Kehadiran sebuah karya sastra akan mengait beberapa pihak, yaitu pencipta, penikmat, dan penelaah karya sastra tersebut. Dunia kesusastraan saling berkaitan erat dan saling memberi dorongan. Tetapi ada kalanya terjadi jurang pemisah antara karya sastra dengan pembacanya. Seorang penelaah atau kritikus harus bisa menjebatani antara pencipta dan penikmat karya sastra. Kritikus bertindak sebagai juru penerang agar pembaca memahami maksud pengarang dengan jalan menunjukkan kelebihan dan kekurangan sebuah karya sastra tersebut (Baribin, 2004:7-8).

Puisi merupakan karya sastra paling sukar dipahami oleh pembaca karya sastra. Hal ini dapat disebabkan karena penggunaan kata-kata dalam puisi yang kurang bisa dimengerti oleh penikmat karya sastra. Kata dalam puisi biasanya disesuaikan dengan ide atau gagasan dari penyair, tanpa memperhatikan sistem sintaksisnya. Nuryatin (2006:13) mengatakan bahwa karakteristik puisi adalah pemadatan, yaitu pemadatan dan pemusatan bahasa. Padat berari ringkas, singkat, pendek; berisi berarti mengandung makna yang luas dan dalam.

Puisi Kissah Zaman karya Anas Ma’ruf sebenarnya mempunyai isi yang bagus. Tetapi pilihan kata yang digunakan kurang dapat dipahami lebih mendalam oleh penikmat. Karena menggunakan kata-kata yang jarang dipakai dalam kehidupan sehari-hari.

Umumnya pembaca hanya menebak-nebak isi puisi dari pembacaan heruistik saja, yaitu untuk menemukan makna harfiah dari puisi itu. Seorang kritikus harus bisa memberikan gambaran kepada pembaca apa isi dari puisi tersebut. Kritikus atau pengkaji biasanya menggunakan teori-teori tertentu dalam menganalisis puisi, misalnya teori puisi dari Riffaterre atau teori pengkajian puisi dari Pradopo. Teori-teori pengkajian puisi yang digunakan oleh pengkaji atau kritikus kadang dipadukan dengan teori lain, seperti teori strata norma dari Roman Ingarden.

Berdasarkan hal di atas, dalam penelitian ini penulis tertarik untuk memberikan penilaian terhadap puisi Kissah Zaman karya Anas Ma’ruf karena penulis bermaksud memberikan jembatan antara penyair dengan pembaca, sehingga pembaca dapat memahami isi dari puisi tersebut.

Silakan download full file klik di sini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan tinggalkan pesan anda untuk tulisan ini...