Cari di sini

PERINGATAN !

DILARANG MENGUTIP, MENJIPLAK, ATAU MENG-COPYPASTE-KAN ISI DARI KAJIAN YANG PERNAH DILAKUKAN DAN DIPUBLIKASIKAN DI WEBSITE INI !!

BELAJAR BUKAN DARI HASIL MENJIPLAK TAPI DARI KETEKUNAN DAN KEULETAN DALAM MENCARI PRESTASI. HIDUP BUKAN UNTUK DIBANGGAKAN TAPI UNTUK MEMBANGGAKAN!

Tentang ku

Alfian Rokhmansyah

Lahir di Pemalang pada hari Rabu tanggal 30 Agustus 1989. Alamat rumah di Jalan Jenderal Sudirman No. 18 RT 007 RW 007 Kelurahan Purwoharjo, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Pendidikan dasar diselesaikan di SD Muhammadiyah 02 Comal dan SMP Negeri 1 Comal. Pendidikan menengah diselesaikan di SMA Negeri 1 Pemalang dengan program studi Ilmu Alam.

Saat ini sedang menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Program studi yang ditempuh Sastra Indonesia S1 dengan konsentrasi bidang Ilmu Sastra. Beberapa minggu terakhir ini tengah disibukkan dengan aktivitas bimbingan skripsi bidang kajian resepsi sastra, di tengah kesibukannya menyelesaikan tugas-tugas kuliah. Semoga bisa dinyatakan lulus tahun ini dan menjalani wisuda awal tahun 2011.


Add FB ku ya...

Selasa, 26 Mei 2009

KAJIAN SEMIOTIKA PUISI WALAU KARYA SUTARDJI CALZOUM BACHRI

Oleh :

Sri Wahyuti 2150407001
Alfian Rokhmansyah 2150407005
Ratna Setiani Wulandari 2150407007
Laili Ernawati 2150407018


JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG


WALAU


walau penyair besar
takkan sampai sebatas allah

dulu pernah kuminta tuhan
dalam diri
sekarang tak

kalau mati
mungkin matiku bagai batu tamat bagai pasir tamat
jiwa membumbung dalam baris sajak

tujuh puncak membilang bilang
nyeri hari mengucap ucap
di butir pasir kutulis rindu rindu

walau huruf habislah sudah
alifbataku belum sebatas allah


Sutardji Calzoum Bachri, 1979

KAJIAN SEMIOTIKA PUISI WALAU
KARYA SUTARDJI CALZOUM BACHRI


A. Pendahuluan
Puisi adalah karya sastra yang kompleks pada setiap lariknya mempunyai makna yang dapat ditafsirkan secara denotatif atau pun konotatif. Puisi merupakan suatu karya sastra yang inspiratif dan mewakili makna yang tersirat dari ungkapan batin seorang penyair. Sehingga setiap kata atau kalimat tersebut secara tidak langsung mempunyai makna yang abstrak dan memberikan imaji terhadap pembaca. Kata-kata yang terdapat dalam puisi dapat membentuk suatu bayangan khayalan bagi pembaca, sehingga memberikan makna yang sangat kompleks.
Pradopo (dalam Suharianto, 2005:8) mengatakan bahwa puisi itu mengekspresikan pemikiran yang membangkitkan perasaan, yang merangsang imajinasi pancaindera dalam susunan yang berirama. Sebuah puisi dapat dianalisis dengan berbagai pendekatan, salah satunya adalah pendekatan semiotik. Analisis semiotik yang diterapkan pada puisi berbeda dengan semiotik yang diterapkan untuk prosa. Semiotik puisi sebenarnya tidak akan berhenti sampai pada perangkat puitiknya saja, melainkan dapat sampai pada melacak latar belakang ideologi pengarangnya, atau latar belakang puisi yang ditulisnya. Analisis semiotik pada puisi Sutardji ini, berpedoman pada teori Riffaterre dan teori semiotik Pierce.


B. Analisis Semiotik Puisi
Pendekatan semiotik pada kajian puisi Walau karya Sutardji ini menggunakan teori Riffaterre dan Pierce. Penggabungan dua teori yang hampir tidak senada ini, diharapkan mampu mengungkap makna yang terkandung dalam teks puisi. Hasil analisis menggunakan teori Riffaterre dan Pierce ini akan dipadukan pada bagian simpulan.


Untuk melihat full documents silakan klik disini untuk mendownload

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan tinggalkan pesan anda untuk tulisan ini...