Cari di sini

PERINGATAN !

DILARANG MENGUTIP, MENJIPLAK, ATAU MENG-COPYPASTE-KAN ISI DARI KAJIAN YANG PERNAH DILAKUKAN DAN DIPUBLIKASIKAN DI WEBSITE INI !!

BELAJAR BUKAN DARI HASIL MENJIPLAK TAPI DARI KETEKUNAN DAN KEULETAN DALAM MENCARI PRESTASI. HIDUP BUKAN UNTUK DIBANGGAKAN TAPI UNTUK MEMBANGGAKAN!

Tentang ku

Alfian Rokhmansyah

Lahir di Pemalang pada hari Rabu tanggal 30 Agustus 1989. Alamat rumah di Jalan Jenderal Sudirman No. 18 RT 007 RW 007 Kelurahan Purwoharjo, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Pendidikan dasar diselesaikan di SD Muhammadiyah 02 Comal dan SMP Negeri 1 Comal. Pendidikan menengah diselesaikan di SMA Negeri 1 Pemalang dengan program studi Ilmu Alam.

Saat ini sedang menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Program studi yang ditempuh Sastra Indonesia S1 dengan konsentrasi bidang Ilmu Sastra. Beberapa minggu terakhir ini tengah disibukkan dengan aktivitas bimbingan skripsi bidang kajian resepsi sastra, di tengah kesibukannya menyelesaikan tugas-tugas kuliah. Semoga bisa dinyatakan lulus tahun ini dan menjalani wisuda awal tahun 2011.


Add FB ku ya...

Senin, 13 Juli 2009

ANALISIS KEUTUHAN WACANA PIDATO KENEGARAAN PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO PADA RAPAT PARIPURNA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT TANGGAL 16 AGUSTUS 2007

Oleh :
ALFIAN ROKHMANSYAH
2150407005
Sastra Indonesia, S1
Universitas Negeri Semarang


Abstrak

Pidato merupakan salah satu bentuk komunikasi. Pidato kenagaraan biasanya menunjukkan ciri-ciri khusus sebagai wacana persuasif. Hal ini dapat dilihat dari adanya penggunaan kata-kata yang bersifat memengaruhi dan mengajak pendengarnya untuk melakukan apa yang dikatakan. Ketidakpahaman pendengar atau pembaca naskah pidato dapat disebabkan oleh penggunaan bahasa yang rancu dan tidak adanya kepaduan bentuk maupun kepaduan makna. Permasalahan dalam penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut: (1) apa saja aspek-aspek yang membangun keutuhan wacana pidato? dan (2) bagaimana alur gagasan dalam pidato tersebut? Wacana adalah satuan bahasa yang komunikatif, yaitu yang sedang menjalankan fungsinya. Ini berarti wacana harus mempunyai pesan yang jelas dan dengan dukungan situasi komunikasinya, bersifat otonom, dan dapat berdiri sendiri. Kohesi dan koherensi dalam wacana merupakan salah satu unsur pembangun wacana selain tema, konteks, unsur bahasa, dan maksud. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data yang akan dianalisis dalam penelitian ini berupa wacana tulis yang bersumber dari pidato presien Susilo Bambang Yudhoyono dalam Rapat Paripurna DPR RI tanggal 16 Agustus 2007. Data diperoleh dari kalimat-kalimat yang terdapat dalam transkripsi pidato.

Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat diambil simpulan bahwa wacana pidato kenegaraan umumnya merupakan bentuk wacana persuasif. Wacana pidato kenegaraan dapat diklasifikasikan tidak hanya dalam wacana persuasif tetapi juga ke dalam wacana naratif. Wacana pidato terdiri dari atas tiga bagian, yaitu pembuka, isi, dan penutup. Wacana pidato yang disampaikan Presiden RI ini bisa dikatakan kohesif dan koheren. Unsur-unsur penanda kohesi yang muncul dalam wacana ini adalah referensi, substitusi, konjungsi, dan perulangan leksikal. Pada pengembangan paragraf atau alur gagasan untuk mencapai koherensi, digunakan struktur penyajian problem kemudian penyampaian solusinya.

Kata kunci: wacana pidato, kohesi, koherensi


DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan, et.al. 1998. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, Edisi 3. Jakarta: Balai Pustaka.
Aminuddin (Ed.). 1990. Pengembangan Penelitian Kualitatif dalam Bidang Bahasa dan Sastra. Malang: Hiski Komisariat Malang dan YA3 Malang.
Beaugrande, Robert Alain de dan Wolfgang Ulrich. 1981. Introduction to Text Linguistics. UK : Longman.
Brown, Gillian dan George Yule. 1996. Analisis Wacana. Diterjemahkan oleh I. Sutikno. Jakarta: Gramedia.
Djajasudarma, T. Fatimah. 1994. Wacana: Pemahaman dan Hubungan Antarunsur. Bandung: Eresco.
Eriyanto. 2001. Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Mediai. Yogayakarta: LKIS.
Fairclough, Norman. 1992. Discourse and Social Change. Cambridge: Polity Press.
Halliday, M.A.K. 1985. An Introduction to Functional Grammar 2e. UK: Edward Arnold.
_______. 1976. Cohesion in English. London: Oxford University Press.
Hartono, Bambang. 2000. Kajian Wacana Bahasa Indonesia. Semarang: Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang.
Kridalaksana, Harimurti. 1978. “Keutuhan Wacana”, dalam Bahasa dan Sastra Th. IV No. 1. Jakarta: P3B.
Kridalaksana, Harimurti. 1978. “Keutuhan Wacana”. Dalam Bahasa dan Sastra. Tahun IV No.1. Jakarta: PPPB.
Mulyana. 2005. Kajian Wacana: Teori, Metode, dan Aplikasi Prinsip-prinsip Analisis Wacana. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Mundandar, Aris. 2001. Analisis Struktur Retorika: Alternatif Pemahaman Koherensi Wacana Selebaran Partai Rakyat Demokratik. http://jurnal-humaniora.ugm.ac.id/karyadetail.php?id=23 diakses tanggal 7 Juli 2009.
Nunan, David. 1992. Mengembangkan Pemahaman Wacana: Teori dan Praktik. Diterjemahkan oleh Elly W. Silangen. Jakarta: Pustaka Setia.
Nunan, David. 1993. Introducing Discourse Analysis. Middlesex: Penguin Books. 
Purwati, Sri Kristiana Budi. 2003. Kohesi Wacana Iklan Undian Berhadian Media Massa Cetak. Skripsi. Semarang: FBS, Unnes.
Ramlan, M. 1993. Paragraf: Alur Pikiran dan Kepaduannya dalam Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Andi Offset.
Sobur, Alex. 2004. Analisis Teks Media: Suatu Pengantar untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik, dan Analisis Framing. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Wahana Kebudayaan secara Linguistik. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
Tarigan, Henry Guntur. 1987. Pengajaran Wacana. Bandung: Angkasa.

Untuk download file silakan klik disini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan tinggalkan pesan anda untuk tulisan ini...