Cari di sini

PERINGATAN !

DILARANG MENGUTIP, MENJIPLAK, ATAU MENG-COPYPASTE-KAN ISI DARI KAJIAN YANG PERNAH DILAKUKAN DAN DIPUBLIKASIKAN DI WEBSITE INI !!

BELAJAR BUKAN DARI HASIL MENJIPLAK TAPI DARI KETEKUNAN DAN KEULETAN DALAM MENCARI PRESTASI. HIDUP BUKAN UNTUK DIBANGGAKAN TAPI UNTUK MEMBANGGAKAN!

Tentang ku

Alfian Rokhmansyah

Lahir di Pemalang pada hari Rabu tanggal 30 Agustus 1989. Alamat rumah di Jalan Jenderal Sudirman No. 18 RT 007 RW 007 Kelurahan Purwoharjo, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Pendidikan dasar diselesaikan di SD Muhammadiyah 02 Comal dan SMP Negeri 1 Comal. Pendidikan menengah diselesaikan di SMA Negeri 1 Pemalang dengan program studi Ilmu Alam.

Saat ini sedang menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Program studi yang ditempuh Sastra Indonesia S1 dengan konsentrasi bidang Ilmu Sastra. Beberapa minggu terakhir ini tengah disibukkan dengan aktivitas bimbingan skripsi bidang kajian resepsi sastra, di tengah kesibukannya menyelesaikan tugas-tugas kuliah. Semoga bisa dinyatakan lulus tahun ini dan menjalani wisuda awal tahun 2011.


Add FB ku ya...

Kamis, 02 Juli 2009

KOHERENSI ANTAR UNSUR DALAM DRAMA RUMAH DI TUBIR JURANG KARYA S. YOGA (KAJIAN KRITIK STRUKTURAL)

Oleh :
Alfian Rokhmansyah
2150407005
Sastra Indonesia, S1
Univ. Negeri Semarang

Sumardjo (1983: 4) menyatakan bahwa sastra menjadikan seseorang bertingkah laku bijaksana karena memiliki pesan moral yang baik dari pengarang untuk penikmat karya sastra. Hal ini sejalan dengan Suharianto bahwa karya sastra menjadikan seseorang peka terhadap masalah kemanusiaan sehingga manusia senantiasa membantu orang yang kesusahan, dan karya sastra juga mampu mendorong manusia berperilaku yang bermanfaat bagi kehidupan (1982: 21).

Perkembangan genre sastra, khususnya drama, banyak menghasilkan karya yang baru. Jenis drama yang sekrang ini banyak berkembang di kalangan sastrawan Indonesia adalah drama modern dan kontemporer. Seperti Putu Wijaya yang banyak menghasilkan drama kontemporer, seperti Dag-dig-dug dan Aduh. 

Moulton (dalam Soemanto 2001: 3) mendefinisikan drama sebagai bentuk seni yang mengungkapkan cerita lewat dialog-dialog atau percakapan para tokoh. Definisi itu bisa dimaksudkan sebagai pengertian action, sehingga drama itu sendiri merupakan penggambaran dari action. Hal ini sesuai dengan pendapat Balthazar Verhagen (dalam Harymawan 1993: 2) drama adalah suatu kesenian menggerakan tubuh yang dimaksudkan untuk melukiskan sifat dan sikap manusia. Pengarang mengungkapkan permasalahan atau temanya dalam karya sastra melalui unsur strukturnya.

Dalam kajian ini, penulis akan mengkritik drama Rumah di Tubir Jurang karya S. Yoga dengan menggunakan teori Struktural yang menghubungkan unsur-unsur pembangun sebuah drama. Setelah mendapat koherensi antar unsur pembangun drama, maka penulis dapat memberikan penilaian terhadap drama tersebut.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kritik struktural dapat dimasukkan ke dalam kritik objektif apabila kritik struktural ini hanya memusatkan pada analisis unsur internal atau intrinsik suatu karya sastra. Kritik objektif yang menggunakan pendekatan objektif (Abrams, 1978: 26-29) memusatkan perhatian semata-mata pada unsur-unsur, antarhubungan, dan totalitas. Pendekatan ini mengarah pada analisis intrinsik. Konsekuensi logis yang ditimbulkan adalah mengabaikan bahkan menolak segala unsur ekstrinsik, seperti aspekhistoris, sosiologis, politis, dan unsur-unsur sosiokultural lainnya, termasuk biografi.

Unsur-unsur yang membangun dalam drama ini mempunyai hubungan timbal balik antara satu dengan yang lainnya. Hubungan ini terjadi karena adanya keterkaitan dan saling membutuhkan dari satu unsur ke unsur yang lain.

Daftar Pustaka


1. Abrams, M.H. 1971. The Mirror and the Lamp. Oxford : Oxford University Press. 
2. Baribin, Raminah. 1989. Kritik dan Penilaian Sastra. Semarang: IKIP Semarang Press.
3. Budiyati, L.M. 2006. Hand Out Perkuliahan Apresiasi Sastra Indonesia. Semarang: Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, IKIP Semarang.
4. Fananie, Zainuddin. 2002. Telaah Sastra. Surakarta: Muhammadiyah University.
5. Harymawan, RMA. 1986. Dramaturgi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
6. Hudayat, Asep Yusup. 2007. Metode Penelitian Sastra. Modul. Bandung: Fakultas Sastra, Universitas Padjajaran.
7. Mu’in, Fatchul. 2008. Karya Sastra Menurut Teori Abrams. Diunduh dari http://pbingfkipunlam.wordpress.com/2008/10/08/karya-sastra-menurut-teori-abrams/ (diunduh 5 Juni 2009).
8. Mulyani, Yeni. 2008. Kritrik Sastra Rasa Bandung. Diunduh dari http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail& id=15378 (diunduh 5 Juni 2009).
9. Nurgiyantoro, Burhan. 2002. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University.
10. Pradopo, Rachmat Djoko, 2002. Strukturalisme. Makalah. Yogyakarta: Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada.
11. Satoto, Soediro. 1990. Pengkajian Drama I. Surakarta: Sebelas Maret University Press.
12. Soemanto, Bakdi. 2001. Jagat Teater. Yogyakarta: Media Pressindo.
13. Sugihastuti, Dra. M.S. Proses Kreatif dan Teori Interpretasi. Artikel Jurnal Humaniora Volume XIII, No. 2001. Yogyakarta: Gajah Mada University.
14. Suharianto. S. 1982. Dasar-dasar Teori Sastra. Surakarta: Widya Duta.
15. Waluyo, Herman J. 2003. Drama, Teori dan Pengajarannya. Yogyakarta: Hanindita. 

 

untuk download file silakan klik di sini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan tinggalkan pesan anda untuk tulisan ini...