Cari di sini

PERINGATAN !

DILARANG MENGUTIP, MENJIPLAK, ATAU MENG-COPYPASTE-KAN ISI DARI KAJIAN YANG PERNAH DILAKUKAN DAN DIPUBLIKASIKAN DI WEBSITE INI !!

BELAJAR BUKAN DARI HASIL MENJIPLAK TAPI DARI KETEKUNAN DAN KEULETAN DALAM MENCARI PRESTASI. HIDUP BUKAN UNTUK DIBANGGAKAN TAPI UNTUK MEMBANGGAKAN!

Tentang ku

Alfian Rokhmansyah

Lahir di Pemalang pada hari Rabu tanggal 30 Agustus 1989. Alamat rumah di Jalan Jenderal Sudirman No. 18 RT 007 RW 007 Kelurahan Purwoharjo, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Pendidikan dasar diselesaikan di SD Muhammadiyah 02 Comal dan SMP Negeri 1 Comal. Pendidikan menengah diselesaikan di SMA Negeri 1 Pemalang dengan program studi Ilmu Alam.

Saat ini sedang menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Program studi yang ditempuh Sastra Indonesia S1 dengan konsentrasi bidang Ilmu Sastra. Beberapa minggu terakhir ini tengah disibukkan dengan aktivitas bimbingan skripsi bidang kajian resepsi sastra, di tengah kesibukannya menyelesaikan tugas-tugas kuliah. Semoga bisa dinyatakan lulus tahun ini dan menjalani wisuda awal tahun 2011.


Add FB ku ya...

Kamis, 02 Juli 2009

NASKAH BERTITIMANGSA HIJRIYAH

Oleh:
Alfian Rokhmansyah
2150407005
Sastra Indonesia, S1
Univ. Negeri Semarang

A. Pendahuluan
 Untuk mementukan penanggalan dalam hijriyah, dapat dilakukan dengan dua cara, antara lain: (1) Isti’mal, yaitu menggenapkan hitungan bulan menjadi 30 hari, dan (2) Rukyat Al-Hilal, yaitu menyaksikan bulan baru lewat alat teropong yang canggih.

B. Penanggalan Hijriyah
 Penanggalan Hijriyah dimulai dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad s.a.w. dari Makkah ke Madinah. Penanggalan dalam tahun Hijriyah menggunakan perhitungan peredaran bulan. Menurut perhitungan astronomi berdasarkan perhitungan peredaran bulan, satu tahun memakan waktu 354 hari, 8 jam, 48 menit, dan 36 detik. Sedangkan satu bulan memakan waktu 29 hari, 12 jam, 44 menit, dan 3 detik. Dalam penanggalan Hijriyah juga terdapat tujuh hari seperti dalam penanggalan Masehi, yaitu Ahad, Ithnain, Tsalatsa, Arba’a, Khamis, Jum’ah, Sabtu.

C. Penjajaran Tahun Hijriyah dengan Tahun Masehi
Cara menyesuaikan dan mengkonversi tahun Hijriyah dengan tahun Masehi atau sebaliknya menggunakan rumus berikut:
1. Untuk mengkonversi dari tahun Hijriyah ke tahun Masehi menggunakan rumus: 32/33 (H + 622), dengan H adalah tahun Hijriyah yang akan dikonversi.
2. Untuk mengkonversi tahun Masehi ke tahun Hijriyah menggunakan rumus: 33/32 (M – 622) dengan M adalah tahun Masehi yang akan dikonversi.

D. Penyesuaian Titimangsa Hijriyah ke Titimangsa Masehi
 1. Tibyan fi ma’rifat al-adyan
 Naskah selesai ditulis pada hari Ahad, 9 Rajab 1064. Maka, M = 32/33 x 1064 + 622 = 1031,75 + 622 = 1653,75. Tahun itu sesuai dengan tabel Dr. Ferdinand dan pada Encyclopaedie van Ned. Indie bahwa 1 Muharram 1064 bersesuaian dengan hari Sabtu, 22 November 1653.
Perhitungan selanjutnya adalah sebagai berikut:
1) Rajab adalah bulan ke-7. Bulan 1 s/d ada 177 hari. Tanggal 9 Rajab adalah hari yang ke177 + 9 = 186 untuk tahun 1064 Hijriyah.
2) Tanggal 1 Muharram 1064 jatuh bertepatan dengan 22 November 1653. November adalah bulan ke-11. Bulan 1 s/d 10 = 304 hari. Tanggal 22 November adalah hari ke 304 + 22 = 326 untuk tahun 1653.
3) Tanggal 9 Rajab adalah hari yang ke 326 + 186 = 512 dihitung dari 1 Januari 1653. Tanggal 1 Muharram 1064 dan tanggal 22 November 1653 menduduki hari yang berimpit, sehingga tanggal 9 Rajab itu tidak merupakan hari yang ke 512, tetapi dikurangi satu hari, jadi 9 Rajab itu merupakan hari yang ke 511 dihitung dari 1 Januari 1653.
4) Baik tahun 1064 A.H. dan tahun 1653 A.D. merupakan tahun biasa, bukan tahun kabisat, jadi tahun 1653 berumur 365 hari. Kalau demikian maka tanggal 9 Rajab itu merupakan hari yang ke 511 – 36 = untuk tahun 1654, atau bertepatan dengan tanggal 26 Mei 1654.  
 2. Hikayat Sultan Abdul Muluk
 Naskah selesai ditulis pada hari Rabu, 8 Rajab 1262. Maka, M = 32/33 x 1262 + 622 = 1233,75 + 622 = 1845,75. Tahun itu sesuai dengan tabel pada Encyclopaedie van Ned. Indie bahwa 1 Muharram 1262 bersesuaian dengan tanggal 30 Desember 1845.
Perhitungan selanjutnya adalah sebagai berikut:
1) Rajep adalah bulan yang ke-7. Bulan 1 s/d 6 = 177 hari. Tanggal 8 Rajep adalah hari yang ke 177 + 8 = 185 untuk tahun 1262 A.H.
2) Tanggal 1 Muharram 1262 jatuh bertepatan dengan 30 Desember 1845. Desember adalah bulan ke-12. Bulan 1 s/d 11 Masehi = 334 hari, jadi 30 Desember adalah hari yang ke 334 + 30 = 364.
3) Tanggal 1 Muharram 1262 dan tanggal 30 Desember 1845 merupakan hari yang berimpit, sehingga 8 Rajep merupakan hari yang ke 549 – 1 = 548 dihitung mulai 1 Januari 1845 atau merupakan hari yang ke 548 – 365 = 183 untuk tahun 1846 A.D. Jadi, 8 Rajep 1262 bertepatan dengan 2 Juli 1846 A.D.
3. Hikayat Raja Pasai
 Naskah selesai ditulis pada hari Senin, 21 Muharram 1230. Maka, M = 32/33 x 1230 + 622 = 1192,72 + 622 = 1814,72. Tahun itu sesuai dengan tabel Dr. Ferdinand dan pada Encyclopaedie van Ned. Indie bahwa 1 Muharram 1230 bersesuaian dengan hari Rabu, 14 Desember 1814.
Perhitungan selanjutnya adalah sebagai berikut:
1) Tanggal 21 Muharram adalah hari yang ke-21 untuk tahun 1230 H.
2) Tanggal 1 Muharram 1230 bertepatan dengan tanggal 14 Desember 1814. Tanggal 14 Desember adalah hari yang ke 334 + 14 = 348 untuk tahun 1814 A.D.
3) Tanggal 21 Muharram 1230 adalah hari yang ke 348 = 21 = 369 dihitung dari tanggal 1 Januari 1814. Tanggal 1 Muharram 1230 dan tanggal 14 Desember 1814 merupakan hari yang berimpit, jadi 21 Muharram 1230 merupakan hari yang ke 369 – 1 = 368 dihitung dari 1 Januari 1814 atau hari ke 368 – 365 = 3 untuk tahun 1815 A.D. Jadi, 21 Muharram 1230 bertepatan dengan 3 Januari 1815.  

E. Rumus dan Tabel Penyesuaian Titimangsa Awal Tahun Hijriyah
1. Rumus Penyesuaian
 Rumus mencari penyesuaian satu tahun hijriyah ke tahun Masehi sudah dijelaskan di atas. Dalam rumus disebutkan untuk mendapatkan angka tahun Masehi hendaklah dibuang keenam angka desimal dari hasil perkalian 970.224 dengan tahun hijriyah dan tambahlah dengan 621.5774. Bila itu dikerjakan maka tahun Masehi akan selalu kurang satu dari kenyatan. Maka untuk mendapatkan tahun Masehi yang sesuai dengan tahun yang benar rumus itu sedikit diubah dengan tidak membuang keenam angka desimal itu.
2. Tabel Penyesuaian
1) Tabel penyesuaian dalam buku Dr. Ferdinand terungkap:
2) Penyesuaian awal tahun Hijriyah (1 Muharram) dengan hari dan tanggal.
3) Penyesuaian awal bulan-bulan lainnya tanpa adanya tanggal.
4) Kutipan hanya akan diakhiri dengan tahun 1043 A.H. yang bertepatan dengan berlakunya penanggalan Jawa-Islam pada zaman kerajaan Mataram
5) Tabel ini diakhiri dengan tahun 1050 A.H. agar tidak memecah siklus 30 tahunan tahun hijriyah.
6) Dalam tabel, setiap siklus 30 tahunan tahun Hijriyah dipisahkan dengan garis panjang dan tahun-tahun kabisat diberi tanda bintang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan tinggalkan pesan anda untuk tulisan ini...