Cari di sini

PERINGATAN !

DILARANG MENGUTIP, MENJIPLAK, ATAU MENG-COPYPASTE-KAN ISI DARI KAJIAN YANG PERNAH DILAKUKAN DAN DIPUBLIKASIKAN DI WEBSITE INI !!

BELAJAR BUKAN DARI HASIL MENJIPLAK TAPI DARI KETEKUNAN DAN KEULETAN DALAM MENCARI PRESTASI. HIDUP BUKAN UNTUK DIBANGGAKAN TAPI UNTUK MEMBANGGAKAN!

Tentang ku

Alfian Rokhmansyah

Lahir di Pemalang pada hari Rabu tanggal 30 Agustus 1989. Alamat rumah di Jalan Jenderal Sudirman No. 18 RT 007 RW 007 Kelurahan Purwoharjo, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Pendidikan dasar diselesaikan di SD Muhammadiyah 02 Comal dan SMP Negeri 1 Comal. Pendidikan menengah diselesaikan di SMA Negeri 1 Pemalang dengan program studi Ilmu Alam.

Saat ini sedang menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Program studi yang ditempuh Sastra Indonesia S1 dengan konsentrasi bidang Ilmu Sastra. Beberapa minggu terakhir ini tengah disibukkan dengan aktivitas bimbingan skripsi bidang kajian resepsi sastra, di tengah kesibukannya menyelesaikan tugas-tugas kuliah. Semoga bisa dinyatakan lulus tahun ini dan menjalani wisuda awal tahun 2011.


Add FB ku ya...

Rabu, 28 Oktober 2009

ANALISIS STRUKTURAL CERPEN NENEK KARYA PUTU ARYA TIRTHAWIRYA: SEBUAH KAJIAN EKSPRESIF

Oleh: Alfian Rokhmansyah


 Cerpen ini mengangkat budaya agama Hindu Bali. Hal ini tersirat dari penggunaan nama dan istilah yang ada di dalam cerpen. Selain itu juga pengarang mengangkat tema mengenai kasta yang ada dalam kehidupan umat Hindu Bali. Penjelasan dan penguraian mengenai sesuatu hal ditulis secara rinci oleh pengarang, sehingga pembaca mudah untuk memahaminya.
 Dari nama pengarang dan isi cerita yang buat, terlihat adanya hubungan yang cukup erat. Putu Arya Tirthawirya, merupakan jenis nama Hindu yang ada di Indonesia. Pusat daerah Hindu di Indonesia berada di daerah Bali dan Lombok. Pengarang sebagai seorang Hindu, berani menampilkan keadaan lingkungan umar Hindu untuk dijadikan isi dan pesan cerpen Nenek ini.
 Penggunaan tema cerita ini oleh pengarang tidak lepas dari ilmu dan pengalaman yang dimiliki oleh pengarang itu sendiri. Oleh karenanya, pengarang secara gamblang menguraikan bagaimana keadaan kehidupan keluarga yang masih menjunjung nilai kasta daripada ikatan persaudaraan. Selain itu, pengarang juga memberikan keterangan istilah-istilah yang digunakan untuk menambah kekentalan suasana dalam cerpen ini.
 Pengarang sengaja memberikan sentuhan daerah dan ciri khas masyarakat Bali-Lombok, sebagai upaya untuk menegaskan latar tempat yang digunakan oleh pengarang dalam cerpennya kepada pembaca.

DAFTAR PUSTAKA
Aminudin. 2002. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Minderop, Albertine. 2005. Metode Karaktertistik Telaah Fiksi. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Nurgiyantoro, Burhan. 1995. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Sudjiman, Panuti. 1988. Memahami Cerita Rekaan. Jakarta: Pustaka Jaya.
Suharianto, S. 1982. Dasar-dasar Teori Sastra. Surakarta: Widya Duta.
Suwondo, Tirto. 2003. Studi Sastra: Beberapa Altenatif. Yogyakarta: Hanindita.
Teeuw, A. 1983. Membaca dan Menilai Sastra. Jakarta: Gramedia.


Silakan download full file di sini!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan tinggalkan pesan anda untuk tulisan ini...