Cari di sini

Memuat...
PERINGATAN !

DILARANG MENGUTIP, MENJIPLAK, ATAU MENG-COPYPASTE-KAN ISI DARI KAJIAN YANG PERNAH DILAKUKAN DAN DIPUBLIKASIKAN DI WEBSITE INI !!

BELAJAR BUKAN DARI HASIL MENJIPLAK TAPI DARI KETEKUNAN DAN KEULETAN DALAM MENCARI PRESTASI. HIDUP BUKAN UNTUK DIBANGGAKAN TAPI UNTUK MEMBANGGAKAN!

Tentang ku

Alfian Rokhmansyah

Lahir di Pemalang pada hari Rabu tanggal 30 Agustus 1989. Alamat rumah di Jalan Jenderal Sudirman No. 18 RT 007 RW 007 Kelurahan Purwoharjo, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Pendidikan dasar diselesaikan di SD Muhammadiyah 02 Comal dan SMP Negeri 1 Comal. Pendidikan menengah diselesaikan di SMA Negeri 1 Pemalang dengan program studi Ilmu Alam.

Saat ini sedang menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Program studi yang ditempuh Sastra Indonesia S1 dengan konsentrasi bidang Ilmu Sastra. Beberapa minggu terakhir ini tengah disibukkan dengan aktivitas bimbingan skripsi bidang kajian resepsi sastra, di tengah kesibukannya menyelesaikan tugas-tugas kuliah. Semoga bisa dinyatakan lulus tahun ini dan menjalani wisuda awal tahun 2011.


Add FB ku ya...

Kamis, 14 Januari 2010

ANALISIS KARYA SASTRA ANAK: PROSA, PUISI, DAN DRAMA ANAK

disusun untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Pengkajian Sastra Anak
dosen pengampu Dra. Nas Haryati S., M. Pd.

Oleh :
Alfian Rokhmansyah
NIM 2150407005
Sastra Indonesia, S-1
Universitas Negeri Semarang

1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Sastra mengandung eksplorasi mengenai kebenaran kemanusiaan. Sastra juga menawarkan berbagai bentuk kisah yang merangsang pembaca untuk berbuat sesuatu. Apalagi pembacanya adalah anak-anak yang fantasinya baru berkembang dan menerima segala macam cerita terlepas dari cerita itu masuk akal atau tidak. Sebagai karya sastra tentulah berusaha menyampaikan nilai-nilai kemanusiaan, mempertahankan, serta menyebarluaskannya termasuk kepada anak-anak.

Sesuai dengan sasaran pembacanya, sastra anak dituntut untuk dikemas dalam bentuk yang berbeda dari sastra orang dewasa hingga dapat diterima anak dan dipahami mereka dengan baik. Sastra anak merupakan pembayangan atau pelukisan kehidupan anak yang imajinatif ke dalam bentuk struktur bahasa anak. Sastra anak merupakan sastra yang ditujukan untuk anak, bukan sastra tentang anak. Sastra tentang anak bisa saja isinya tidak sesuai untuk anak-anak, tetapi sastra untuk anak sudah tentu sengaja dan disesuaikan untuk anak-anak selaku pembacanya. (Puryanto, 2008: 2)

Sastra anak adalah karya sastra yang secara khusus dapat dipahami oleh anak-anak dan berisi tentang dunia yang akrab dengan anak-anak, yaitu anak yang berusia antara 6-13 tahun. Seperti pada jenis karya sastra umumnya, sastra anak juga berfungsi sebagai media pendidikan dan hiburan, membentuk kepribadian anak, serta menuntun kecerdasan emosi anak. Pendidikan dalam sastra anak memuat amanat tentang moral, pembentukan kepribadian anak, mengembangkan imajinasi dan kreativitas, serta memberi pengetahuan keterampilan praktis bagi anak. Fungsi hiburan dalam sastra anak dapat membuat anak merasa bahagia atau senang membaca, senang dan gembira mendengarkan cerita ketika dibacakan atau dideklamasikan, dan mendapatkan kenikmatan atau kepuasan batin sehingga menuntun kecerdasan emosinya. (Wahidin, 2009)

Sifat sastra anak adalah imajinasi semata, bukan berdasarkan pada fakta. Unsur imajinasi ini sangat menonjol dalam sastra anak. Hakikat sastra anak harus sesuai dengan dunia dan alam kehidupan anak-anak yang khas milik mereka dan bukan milik orang dewasa. Sastra anak bertumpu dan bermula pada penyajian nilai dan imbauan tertentu yang dianggap sebagai pedoman tingkah laku dalam kehidupan. (Wahidin, 2009)

Sarumpaet (dalam Puryanto, 2008: 3) mengatakan persoalan-persoalan yang menyangkut masalah seks, cinta yang erotis, kebencian, kekerasan dan prasangka, serta masalah hidup mati tidak didapati sebagai tema dalam bacaan anak. Begitu pula pembicaraan mengenai perceraian, penggunaan obat terlarang, ataupun perkosaan merupakan hal yang dihindari dalam bacaan anak. Artinya, tema-tema yang disebut tidaklah perlu dikonsumsi oleh anak. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, tema-tema bacaan anak pun berkembang dan semakin bervariasi. Jenis-jenis bacaan anak misalnya, pada sepuluh tahun yang lalu sangat sedikit atau bahkan tidak ada, sangat mungkin telah hadir sebagai bacaan yang populer tahun-tahun belakangan ini.

Pengkajian sastra anak ini akan menganalisis tiga macam bentuk sastra anak, yaitu prosa anak, puisi anak, dan drama anak. Pendekatan yang digunakan ada dua yaitu pendekatan obyektif dan mimetik, yang disesuaikan dengan jenis sastra anak. Untuk analisis puisi anak dan drama anak, digunakan pendekatan obyektif. Sedangkan untuk prosa anak digunakan pendekatan mimetik. Pendekatakan obyektif digunakan dalam puisi dan drama anak bertujuan untuk mengetahui ciri puisi anak dan drama anak, serta untuk menilai kedua jenis sastra anak tersebut. Sedangkan pendekatan mimetik pada prosa anak digunakan untuk mengetahui kehidupan anak-anak yang terungkap dalam prosa anak.

Puisi anak yang digunakan berjudul Kekecewaan Petani karya M. Afif Kurniawan. Drama anak yang digunakan untuk analisis sastra anak ini berjudul Serigala Sakit Gigi karya Irvan Mulyadie. Prosa anak yang digunakan sebagai obyek analisis ini adalah cerpen Nyontek karya Rosidah.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas rumusan masalah dalam makalah ini adalah:
1. Bagaimana struktur prosa anak pada cerpen Nyontek karya Rosidah?
2. Bagaimana kehidupan anak yang terungkap dalam cerpen Nyontek karya Rosidah?
3. Bagaimana struktur puisi anak Kekecewaan Petani karya M. Afif Kurniawan?
4. Bagaimana ciri-ciri puisi anak yang terungkap pada puisi Kekecewaan Petani karya M. Afif Kurniawan?
5. Bagaimana struktur drama anak Serigala Sakit Gigi karya Irvan Mulyadie?
6. Bagaimana hubungan antarunsur yang terjadi pada drama anak Serigala Sakit Gigi karya Irvan Mulyadie?

1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Menguraikan struktur prosa anak pada cerpen Nyontek karya Rosidah.
2. Menguraikan kehidupan anak yang terungkap dalam cerpen Nyontek karya Rosidah.
3. Menguraikan struktur puisi anak Kekecewaan Petani karya M. Afif Kurniawan.
4. Menguraikan ciri-ciri puisi anak yang terungkap pada puisi Kekecewaan Petani karya M. Afif Kurniawan.
5. Menguraikan struktur drama anak Serigala Sakit Gigi karya Irvan Mulyadie?
6. Menguraikan hubungan antarunsur yang terjadi pada drama anak Serigala Sakit Gigi karya Irvan Mulyadie.

2. Landasan Teori
3. Analisis Prosa Anak pada Cerpen Nyontek Karya Rosidah
4. Analisis Puisi Anak Kekecewaan Petani Karya M. Afif Kurniawan
5. Analisis Drama Anak Serigala Sakit Gigi Karya Irvan Mulyadie

6. Simpulan
Dari hasil analisis ketiga jenis sastra anak di atas, yaitu prosa anak, puisi anak, dan drama anak, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
1. Umumnya kehidupan anak-anak yang dijadikan sumber penggambaran dalam cerita anak adalah kehidupan keseharian anak dan berhubungan dengan pola tingkah laku anak.
2. Pada cerpen Nyontek karya Rosidah, dijelaskan dampak buruk dari mencontek untuk anak-anak, sehingga anak dapat memperoleh pengetahuan bagaimana jika mereka melakukan hal tersebut.
3. Tema pada puisi anak umumnya berkisar pada kehidupan yang sering ditemui anak-anak. Selain itu puisi anak juga umunya merupakan wujud apresiasi dan ucapan terima kasih pada seseorang. Sebagaimana pada puisi Kekecewaan Petani ini yang mengangkat tema mengenai kehidupan para petani.
4. Amanat yang umum disampaikan pada puisi anak adalah anjuran dan informasi mengenai budi pekerti dan sikap moral pada sesama. Seperti halnya pada puisi Kekecewaan Petani ini, yang memberikan pesan mengenai kehidupan petani yang selalu berjuang untuk pergi ke sawah. Amanat ini merupakan nasihat dan pendidikan moral untuk anak-anak sehingga mereka mampu hidup bermasyarakat dan dapat dijadikan pelajaran agar mampu berkembang di masyarakat dan tidak menjadi manusia yang individualis.
5. Suasana yang muncul pada puisi Kekecewaan Petani adalah mesra, penuh kasih sayang, gembira, bahagia. Perasaan yang muncul pada puisi ini adalah perasaan iba dan penuh penghargaan terhadap jasa yang dilakukan oleh petani.
6. Rima pada puisi anak umumnya masih teratur dan terlihat adanya pemaksaan bunyi. Karena anak-anak tidak mementingkan bentuk, dan lebih mementingkan bunyi-bunyi yang enak didengar.
7. Puisi anak umumnya masih menggunakan kata-kata yang mudah dipahami. Selain itu, kata-kata itu juga dirangkai masih seperti struktur asli kalimat pada umumnya.
8. Drama anak umumnya mempunyai fungsi sebagai visualisasi atas kehidupan manusia yang dicerminkan pada percakapan antartokohnya.
9. Pada drama anak juga menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak dan tergolong ragam bahasa umum untuk anak-anak.
10. Pada drama Serigala Sakit Gigi digunakan tokoh binatang sebagai tokoh utama. Karena pengarang memanfaatkan tokoh drama sebagai media penyalur amanat yang dianggap efektif. Pengarang beranggapan bahwa tokoh binatang dapat menjadi daya tarik untuk anak-anak.

DAFTAR PUSTAKA
1. Aminudin. 2002. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
2. Endraswara, Suwardi. 2008. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Media Pressindo.
3. Nurgiantoro, Burhan. 2005. Sastra Anak; Pengantar Pemahaman Dunia Anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
4. Nurgiyantoro, Burhan. 1995. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
5. Pradopo, Rachmat Djoko. 1990. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
6. Pradopo, Rachmat Djoko. 2003. Prinsif-prinsif Kritik Sastra. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
7. Pradopo, Rachmat Djoko. 2007. Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
8. Puryanto, Edi. 2008. Konsumsi Anak dalam Teks Sastra di Sekolah. Makalah dalam Konferensi Internasional Kesusastraan XIX HISKI.
9. Satoto, Soediro. 1993. Metode Penelitian Sastra. Surakarta: UNS Press.
10. Semi, Atar. 1993. Anatomi Sastra. Jakarta: Angkasa Raya.
11. Situmorang, B.P. 1983. Puisi: Teori Apresiasi Bentuk dan Struktur (Edisi III). Ende: Nusa Indah.
12. Stanton, Robert. 2007. Teori Fiksi Robert Stanton. Diterjemahkan oleh Sugihastuti dan Rossi Abi Al Irsyad. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
13. Sudjiman, Panuti. 1988. Memahami Cerita Rekaan. Jakarta: Pustaka Jaya.
14. Sumardjo, Jakob. 1999. Konteks Sosial Novel Indonesia 1920-1977. Bandung: Alumni.
15. Suyoto, Agustinus. 2007. “Dasar-dasar Analisis Puisi”. Bahan Ajar. Yogyakarta: SMU Stella Duce 2 Yogyakarta.
16. Tarigan, Henry Guntur. 1991. Prinsip-Prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa.
17. Tarigan, Henry Guntur. 1995. Dasar-dasar Psikosastra. Bandung: Angkasa.
18. Teeuw, A. 1988. Sastra dan Ilmu Sastra, Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.
19. Tjahjono, Liberatus Tengsoe. 1988. Sastra Indonesia Pengantar Teori dan Apresiasi. Ende-Flores: Nusa Indah.
20. Wahidin. 2009. Hakikat Sastra Anak. http://makalahkumakalahmu.wordpress.com/ 2009/03/18/hakikat-sastra-anak/ (diunduh 11 September 2009 06:42 WIB)
21. Waluyo, Herman J. 1991. Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta: Erlangga.
22. Waluyo, Herman J. 2002. Apresiasi Puisi. Jakarta: Gramedia.
23. Waluyo, Herman J. 2003. Drama Teori dan Pengajarannya. Yogyakarta: PT Hanindita Graha Widya.
24. Wellek, Rene dan Austin Warren. 1993. Teori Kesusastraan. (Terj. Melani Budianta) Jakarta: Gramedia.
25. Witakania. 2008. Aspek Psikopedagogik dalam Sastra Anak.

Sumber Cerpen:
Majalah Bobo, Majalah Anak-Anak. Edisi 16 Tahun XXXIV 27 Juli 2006.
Halaman 8-9.

Sumber Puisi:
http://id.wordpress.com/tag/puisi-anak/

Sumber Drama:
http://naskahdramairvanmulyadie.blogspot.com/2009/01/naskah-drama-anak-anak.html


Untuk mengunduh file ini silakan klik di sini

1 komentar:

  1. aq gak menjiplak mz tp aq copas bwt tgs...
    thanks ea mz... ^_^

    BalasHapus

Silakan tinggalkan pesan anda untuk tulisan ini...