Cari di sini

PERINGATAN !

DILARANG MENGUTIP, MENJIPLAK, ATAU MENG-COPYPASTE-KAN ISI DARI KAJIAN YANG PERNAH DILAKUKAN DAN DIPUBLIKASIKAN DI WEBSITE INI !!

BELAJAR BUKAN DARI HASIL MENJIPLAK TAPI DARI KETEKUNAN DAN KEULETAN DALAM MENCARI PRESTASI. HIDUP BUKAN UNTUK DIBANGGAKAN TAPI UNTUK MEMBANGGAKAN!

Tentang ku

Alfian Rokhmansyah

Lahir di Pemalang pada hari Rabu tanggal 30 Agustus 1989. Alamat rumah di Jalan Jenderal Sudirman No. 18 RT 007 RW 007 Kelurahan Purwoharjo, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Pendidikan dasar diselesaikan di SD Muhammadiyah 02 Comal dan SMP Negeri 1 Comal. Pendidikan menengah diselesaikan di SMA Negeri 1 Pemalang dengan program studi Ilmu Alam.

Saat ini sedang menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Program studi yang ditempuh Sastra Indonesia S1 dengan konsentrasi bidang Ilmu Sastra. Beberapa minggu terakhir ini tengah disibukkan dengan aktivitas bimbingan skripsi bidang kajian resepsi sastra, di tengah kesibukannya menyelesaikan tugas-tugas kuliah. Semoga bisa dinyatakan lulus tahun ini dan menjalani wisuda awal tahun 2011.


Add FB ku ya...

Kamis, 14 Januari 2010

KONFLIK PSIKOLOGIS TOKOH UTAMA WANITA DALAM NOVEL PEREMPUAN DI TITIK NOL DAN NOVEL TUHAN, IZINKAN AKU MENJADI PELACUR

Oleh :
Alfian Rokhmansyah
NIM 2150407005
Sastra Indonesia, S-1
Universitas Negeri Semarang


A. Pendahuluan
Novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal El Saadawi dan Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan merupakan dua novel yang mengangkat tema pelacur dalam ceritanya. Novel Perempuan di Titik Nol diwakili oleh tokoh Firdaus yang menjadi seorang pelacur karena pengaruh orang-orang terdekatnya yang menjerumuskannya menjadi pelacur.

Novel Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur diwakili oleh tokoh Nidah Kirani yang menjadi seorang pelacur karena dirinya merasa kecewa dengan aturan-aturan yang muncul dari agama dan masyarakat, padahal pada penegak yang menggembor-gemborkan semua aturan itu malah menyimpang dan melanggar semua aturan yang dijunjungnya.

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari seorang individu tidak akan pernah bisa lepas dari masalah. Masalah terjadi karena seorang individu dalam waktu yang bersamaan mengalami dua atau lebih motif yang saling bertentangan. Masalah yang terjadi pada setiap individu sangat memengaruhi kejiwaan individu tersebut. Hal inilah yang sering disebut konflik psikologis. Konflik psikologis adalah pertentangan batin yang dialami oleh individu karena mengalami dua atau lebih motif yang saling bertentangan.

Konflik psikologis ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain faktor personal dan faktor situasional. Faktor personal adalah faktor yang berasal dari dalam individu itu sendiri. Sedangkan faktor situasional adalah faktor yang berasal dari luar individu itu sendiri.

Analisis ini akan membahas mengenai konflik psikologis yang timbul pada diri tokoh utama, yaitu Firdaus dalam Perempuan di Titik Nol dan Nidah Kirani dalam Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur. Dalam analisis ini akan dibahas mengenai penyebab munculnya konflik, bentuk-bentuk konflik psikologis, serta akibat konflik psikologis yang timbul pada diri tokoh utama wanita yang berperan sebagai seorang pelacur.

B. Konflik Psikologis Tokoh Utama Wanita dalam Novel Perempuan di Titik Nol Karya Nawal El Saadawi
Novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal El-Saadawi menceritakan perjalanan hidup seorang perempuan, yaitu Firdaus, yang ingin mendapatkan kebebasan abadi. Kebenciannya dengan laki-laki menimbulkan konflik psikologis dalam dirinya. Ia merasakan bahwa laki-laki selaku memperlakukan perempuan seperti budak. Walaupun sudah berstatus sebagai istri, tetapi kaum perempuan masih dianggap rendah dan hanya sebagai pemuas nafsu seksual.

C. Konflik Psikologis Tokoh Utama Wanita dalam Novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur Karya Muhidin M. Dahlan
Novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan menceritakan mengenai kekecewaan tokoh utama, yaitu Nidah Kirani kepada aturan-aturan hidup yang selama ini dianutnya. Ketidakpuasan atas semua tanya yang Nidah Kirani ajukan menimbulkan konflik dalam dirinya. Konflik itu bermula dari kekecewaannya terhadap organisasi yang mencita-citakan tegaknya syariat Islam, ternyata malah merampas nalar kritis sekaligus imannya.

D. Perbandingan Tokoh Utama Wanita
1. Pelukisan Perwatakan Tokoh Utama
Pelukisan perwatakan tokoh biasanya dilakukan secara analitik dan dramatik oleh pengarang. Nurgiyantoro mengungkapkan (1995: 194-210) pelukisan secara analitik artinya pelukisan tokoh cerita yang dilakukan dengan memberikan diskripsi, uraian, atau penjelasan secara langsung. Tokoh cerita hadir dan dihadirkan oleh pengarang ke hadapan pembaca secara tidak berbelit-belit, melainkan begitu saja dan langsung disertai deskripsi kediriannya yang mungkin berupa sikap, sifat watak, tingkah laku atau bahkan ciri fisiknya. Sedangkan secara dramatik artinya pelukisan secara tidak langsung, artinya pengarang tidak mendeskripsikan secara eksplisit sifat dan sikap serta tingkah laku tokoh. Pengarang membiarkan para tokoh cerita untuk menunjukkan kediriannya sendiri melalui berbagai aktivitas yang dilakukan, baik secara verbal lewat kata maupun nonverbal lewat tindakan atau tingkah laku dan juga melalui peristiwa yang terjadi.

E. Penutup
Dari uraian di mengenai konflik psikologis pada tokoh Firdaus dalam novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal El-Saadawi dan Nidah Kirani dalam novel Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
1. Novel Perempuan di Titik Nol menceritakan perjalanan hidup seorang perempuan bernama Firdaus yang memilih menjadi seorang pelacur karena kebenciannya terhadap laki-laki yang hanya menggunakan perempuan sebagai budak pelampiasan nafsunya saja.
2. Novel Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur menceritakan perjalanan hidup seorang perempuan bernama Nidah Kirani yang memilih menjadi pelacur karena kebenciannya dengan laki-laki serta kekecewaannya terhadap Tuhan.
3. Konflik psikologis yang muncul pada diri Firdaus antara lain disebabkan karena:
a. Tekanan batin oleh perilaku ayahnya sewaktu ia kecil.
b. Sikap pamannya yang semakin hari semakin berubah seiring dengan pertambahan umur Firdaus.
c. Kekerasan fisik dan batin oleh suaminya yang berumur lebih dari 60 tahun.
d. Penipuan oleh orang yang baru ia kenal. Ia dimanfaatkan untuk melampiaskan nafsu syahwat orang itu dan kawannya.
e. Tidak bisa merasakan nikmat saat ia melakukan hubungan seksual dengan para pelanggannya.
f. Dikhianati oleh laki-laki yang dipuja dan dicintainya.
g. Merasa hanya dimanfaatkan oleh laki-laki sebagai mesin penghasil uang.
4. Konflik psikologis yang muncul pada diri Nidah Kirani antara lain disebabkan karena:
a. Tertekan dengan kehidupan pondok pesantren yang tidak bersahabat dengannya.
b. Bingung dengan bentuk perjuangan dalam pos jemaah.
c. Kekecewaannya kepada laki-laki yang dicintainya yang ternyata hanya menginginkan tubuhnya saja.
d. Kekecewaan dengan cobaan yang diberikan oleh Tuhan.
e. Kecewa dengan Tuhan karena tidak pernah mendengarkan doanya.
5. Firdaus memilih menjadi pelacur karena ia tidak mau dijadikan objek pemuas nafsu laki-laki tanpa harga.
6. Pandangan Nidah Kirani mengenai pelacur adalah kekuatan yang dapat mengembalikan kepercayaan dirinya pada kehidupan.

DAFTAR PUSTAKA
1. Nawal, El Saadawi. 2006. Perempuan di Titik Nol. Diterjemahkan oleh Amir Sutaarga dari Women at Point Zero. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
2. Nurgiyantoro, Burhan. 1995. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta.: Gajah Mada University Press.
3. Dahlan, Muhidin M. 2007. Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur!: Memoar Luka Seorang Muslimah. Yogyakarta: ScriPtaMenent.
4. Stanton, Robert. 2007. Teori Fiksi Robert Stanton. Diterjemahkan oleh Sugihartuti dan Rossi Abi Al Irsyad. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
5. Sudjiman, Panuti. 1992. Memahami Cerita Rekaan. Jakarta: Pustaka Jaya.
6. Teeuw, A. 1984. Membaca dan Menilai Sastra. Jakarta: Gramedia.
7. Jabrohim. 2001. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Hanindita Graha Widia.
8. Endraswara, Suwardi. 2008a. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Media Pressindo.
9. Endraswara, Suwardi. 2008b. Metode Penelitian Psikologi Sastra. Yogyakarta: Media Pressindo.
10. Wellek, Rene dan Austin Warren. 1970. Teori Kesusastraan. Diterjemahkan oleh Melani Budianta. Jakarta: Gramedia.
11. Sumardjo, Jakob dan Saini K.M. 1994. Apresiasi Kesusastraan. Jakarta: Gramedia.
12. Roekhan. 1990. “Kajian Tekstual dalam Psikologi Sastra” dalam Aminuddin (Ed.) Sekitar Masalah Sastra: Beberapa Prinsip dan Perkembangannya. Malang: Asah Asih Asuh.
13. Mido, Frans. 1994. Cerita Rekaan dan Seluk Beluknya. Ende Flores: Nusa Indah.
14. Aminuddin. 1995. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algendinso.
15. Sayuti, Suminto A. 1996. Apresiasi Prosa Fiksi. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
16. Hardjana, Martin. 1991. Kritik Sastra Sebuah Pengantar. Padang: Angkasa Raya.
17. Effendi, Usman dan Juhaya S. Praja. 1985. Pengantar Psikologi. Bandung: Angkasa.


Untuk mendownload file ini, silakan klik di sini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan tinggalkan pesan anda untuk tulisan ini...