Cari di sini

PERINGATAN !

DILARANG MENGUTIP, MENJIPLAK, ATAU MENG-COPYPASTE-KAN ISI DARI KAJIAN YANG PERNAH DILAKUKAN DAN DIPUBLIKASIKAN DI WEBSITE INI !!

BELAJAR BUKAN DARI HASIL MENJIPLAK TAPI DARI KETEKUNAN DAN KEULETAN DALAM MENCARI PRESTASI. HIDUP BUKAN UNTUK DIBANGGAKAN TAPI UNTUK MEMBANGGAKAN!

Tentang ku

Alfian Rokhmansyah

Lahir di Pemalang pada hari Rabu tanggal 30 Agustus 1989. Alamat rumah di Jalan Jenderal Sudirman No. 18 RT 007 RW 007 Kelurahan Purwoharjo, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Pendidikan dasar diselesaikan di SD Muhammadiyah 02 Comal dan SMP Negeri 1 Comal. Pendidikan menengah diselesaikan di SMA Negeri 1 Pemalang dengan program studi Ilmu Alam.

Saat ini sedang menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Program studi yang ditempuh Sastra Indonesia S1 dengan konsentrasi bidang Ilmu Sastra. Beberapa minggu terakhir ini tengah disibukkan dengan aktivitas bimbingan skripsi bidang kajian resepsi sastra, di tengah kesibukannya menyelesaikan tugas-tugas kuliah. Semoga bisa dinyatakan lulus tahun ini dan menjalani wisuda awal tahun 2011.


Add FB ku ya...

Jumat, 07 Mei 2010

PERSPEKTIF FEMINIS DAN KEHIDUPAN PESANTREN DALAM NOVEL DAN FILM PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN (KAJIAN PERBANDINGAN)

disusun untuk memenuhi tugas tengah semester

mata kuliah Pengkajian Sinema dosen pengampu Suseno, S.Pd., M.A.


Oleh:

Alfian Rokhmansyah

Sastra Indonesia (Ilmu Sastra) S1

NIM 2150407005

Universitas Negeri Semarang


PENDAHULUAN


Beberapa kurun waktu terakhir ini banyak film yang diadaptasi dari sebuah novel. Perubahan dari novel ke film merupakan sebuah bentuk resepsi penulis sekenario dan sutradara film terhadap novel yang dijadikan acuan film yang dibuat. Perubahan ini tentu menimbulkan perubahan yang menyebabkan perbedaan antara novel dan film.


Novel Perempuan Berkalung Sorban merupakan sebuah novel islam yang mengandung banyak kritikan terhadap kehidupan pesantren tradisional. Novel Perempuan Berkalung Sorban ini juga bertujuan untuk mencari idealitas perempuan dalam pandangan Islam. Sebagaimana novel Perempuan Berkalung Sorban, film yang berjudul sama dengan novelnya ini juga mengandung beberapa kritikan terhadap kehidupan pesantren tradisional, yang masih dianggap kolot. Selain itu, film Perempuan Berkalung Sorban juga mengaktulisasikan gerakan feminisme yang dilakukan tokoh utama untuk menyejajarkan dirinya dengan kaum laki-laki.


Film Perempuan Berkalung Sorban sempat dilarang beredar setelah beberapa minggu nangkring di beberapa bioskop. Larangan ini muncul dari MUI yang menganggap bahwa film Perempuan Berkalung Sorban merupakan film yang salah dan tidak sesuai syariat Islam. Hal ini disebabkan oleh ketidaksesuaian antara adegan yang ada dalam film dengan syariat Islam mengenai kehidupan perempuan dari segi pandang hukum Islam.


Dari uraian di atas, kajian ini menitikberatkan pada perspektif feminis tokoh utama dan penggambaran kehidupan pesantren yang terkandung dalam novel dan film Perempuan Berkalung Sorban. Ada beberapa perbedaan pengisahan dan pengungkapan gerakan feminisme perempuan dan kehidupan pesantren yang muncul dalam novel dan film Perempuan Berkalung Sorban. Kajian ini akan menggunakan metode perbandingan dalam kajian feminisme dan penggambaran kehidupan pesantren dalam novel dan film Perempuan Berkalung Sorban.


Landasan Teori


Dalam kajian bandingan antara novel dan film Perempuan Berkalung Sorban ini, digunakan tiga teori umum, yaitu teori sastra bandingan, teori ekranisasi, dan teori feminisme.


Metode Penelitian


Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis, yaitu mendeskripsi fakta-fakta yang diperoleh dari karya sastra dan menganalisis data yang diperoleh dari deskripsi tersebut. Adapun langkah kerja dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data dari teks sastra dan film Perempuan Berkalung Sorban, kemudian dianalisis dengan pendekatan yang digunakan.


Penelitian ini menggunakan pendekatan objektif dan sosiologi sastra. Pendekatan objektif merupakan pendekatan yang memandang sastra sebagai otonomi yang terdiri dari bagian-bagian yang dapat berdiri sendiri. Pendekatan sosiologi sastra adalah pendekatan yang menguhubungkan sastra dengan kondisi sosial masyarakat. Menurut Grebstein (dalam Damono 1978: 4) pendekatan sosiologi sastra berusaha mempertimbangkan segi-segi kemasyarakatan dalam sastra. Sastra dipandang mempunyai hubungan timbal balik yang erat dengan faktor-faktor sosial dan kultural dalam masyarakat. Sehingga pemahaman terhadap sastra tidak dapat dilepaskan dari aspek sosial dan kebudayaan masyarakat yang melahirkannya.


Perbandingan Novel dan Film Perempuan Berkalung Sorban


Perbandingan antara novel dan film Perempuan Berkalung Sorban ini meliputi perbandingan pengungkapan perspektif feminis tokoh utama, yaitu Anisa, dan perbandingan kehidupan pesantren yang diungkapkan dalam novel dan film. Hal ini disebabkan karena adanya proses ekranisasi.


Penutup


Film Perempuan Berkalung Sorban merupakan adaptasi dari novel Perempuan Berkalung Sorban karya Abidah El Khaieqy. Perbedaan cara pandang dalam mengupas suatu masalah yang diangakat, merupakan cara dari masing-masing penyusun karya itu. Dalam novel, persoalan dibangun oleh pengarang yang masih dibatasi faktor tertentu, khususnya aspek ideologi dan atribut kesantriannya. Sedang film ini mampu memberikan informasi secara eksplisit mengenai persoalan yang diangkat.


Kontroversi pada masing-masing karya, baik film maupun novelm bergantung pada cara pandang masyarakat penerimanya. Persoalan sosial masyarakat penerimanya menjadi faktor penting dalam penyusunan baik novel maupun adaptasinya. Film sebagai adaptasi lebih mencoba mewadahi dan menyuguhkan fenomena sosial masyarakat yang direkamnya. Ini sekaligus sebagai kritik sosial pada fenomena-fenomena yang sedang terjadi, yang kemudian ditarik ke ranah sastra, dalam hal ini film.

Daftar Pustaka

  1. Damono, Sapardi Djoko. 2005. Pegangan Penelitian Sastra Bandingan. Jakarta: Pusat Bahasa.

  2. Eneste, Pamusuk. 1991. Novel dan Film. Jakarta: Nusa Indah.

  3. El Khalieqy, Abidah. 2009. Perempuan Berkalung Sorban. Yogyakarta: Arti Bumi Intaran.

  4. http://www.freelists.org/post/ppi/ppiindia-Kedudukan-Wanita-Dalam-Islam (diakses 26 April 2010)

  5. http://bahrudinonline.cilacaponline.web.id/index.php/sastro-muni/82-sastra-dan-komunitas-santri?format=pdf (diakses 28 April 2010)

  6. http://www.shalimow.com/etcetera/perempuan-berkalung-sorban-kontraversi-film-baru.html (diakses 24 April 2010)

  7. http://blog.nikenike.net/2005/08/15/perempuan-berkalung-sorban
    (diakses 29 April 2010)

  8. http://dhieeewhe.wordpress.com/2009/01/16/perempuan-berkalung-sorban (diakses 26 April 2010)

  9. http://go2.wordpress.com/?id=725X1342&site=ocehanpuput.wordpress.com&url=http%3A%2F%2Fen.wordpress.com%2Ftag%2Fperempuan-berkalung-sorban-sebuah-potret-penyalahartian-peran-dan-posisi-perempuan-dalam-islam-di-sebuah-ponpes%2F&sref=file%3A%2F%2Flocalhost%2FD%3A%2FNew%2520Folder%2FPerempuan%2520Berkalung%2520Sorban%2520%2520%2520Sebuah%2520Potret%2520Penyalahartian%2520Peran%2520dan%2520Posisi%2520Perempuan%2520dalam%2520Islam%2520di%2520Sebuah%2520PonPes%2520%25C2%25AB%2520Puput%25E2%2580%2599s%2520Blog.htm (diakses 26 April 2010)

  10. Suseno. Filmisasi Karya Sastra Indonesia: Kajian Ekranisasi pada Cerpen dan Film “Tentang Dia”.

  11. ______. Isu Poligami dalam Novel dan Film Ayat-ayat Cinta: Kajian Perbandingan.



Untuk download file analisis ini, silakan klik di sini


(PERINGATAN: DILARANG MENGUTIP SELURUH ATAU SEBAGIAN ISI ANALISIS INI, TANPA MENCANTUMKAN DAFTAR PUSTAKA ATAU CATATAN KAKI, SERTA TANPA SEPENGETAHUAN PENULIS)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan tinggalkan pesan anda untuk tulisan ini...