Cari di sini

PERINGATAN !

DILARANG MENGUTIP, MENJIPLAK, ATAU MENG-COPYPASTE-KAN ISI DARI KAJIAN YANG PERNAH DILAKUKAN DAN DIPUBLIKASIKAN DI WEBSITE INI !!

BELAJAR BUKAN DARI HASIL MENJIPLAK TAPI DARI KETEKUNAN DAN KEULETAN DALAM MENCARI PRESTASI. HIDUP BUKAN UNTUK DIBANGGAKAN TAPI UNTUK MEMBANGGAKAN!

Tentang ku

Alfian Rokhmansyah

Lahir di Pemalang pada hari Rabu tanggal 30 Agustus 1989. Alamat rumah di Jalan Jenderal Sudirman No. 18 RT 007 RW 007 Kelurahan Purwoharjo, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Pendidikan dasar diselesaikan di SD Muhammadiyah 02 Comal dan SMP Negeri 1 Comal. Pendidikan menengah diselesaikan di SMA Negeri 1 Pemalang dengan program studi Ilmu Alam.

Saat ini sedang menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Program studi yang ditempuh Sastra Indonesia S1 dengan konsentrasi bidang Ilmu Sastra. Beberapa minggu terakhir ini tengah disibukkan dengan aktivitas bimbingan skripsi bidang kajian resepsi sastra, di tengah kesibukannya menyelesaikan tugas-tugas kuliah. Semoga bisa dinyatakan lulus tahun ini dan menjalani wisuda awal tahun 2011.


Add FB ku ya...

Jumat, 11 Juni 2010

KEHIDUPAN GAY DI INDONESIA


Oleh: Alfian Rokhmansyah

          Di Indonesia, kaum homoseksual sudah ada sejak dulu. Homoseksual dilakukan atas dasar budaya dan tradisi yang bisa diterima dan diakui. Hal ini terbukti pada masyarakat Ponorogo Jawa Timur. Dalam kesenian Reog Ponorogo terdapat unsur hubungan sejenis. Dalam kesenian tersebut terdapat warok atau laki-laki jagoan yang wajib memiliki gemblak atau laki-laki yang lemah lembut selayaknya istri bagi warok. Ia tidak mau melakukan hubungan dengan lawan jenis karena takut kehilangan kesaktian.
          Kehidupan Bissu pada suku Makassar di Sulawesi merupakan bukti bahwa homoseksual sudah ada sejak dahulu. Bissu adalah laki-laki berpakaian wanita yang berorientasi seksual pada sejenisnya. Tradisi ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu.
          Dari beberapa kesenian dan kebiasaan yang terdapat pada masyarakat Indonesia terlihat bahwa kehidupan homoseksual sudah ada sejak zaman dahulu. Hal ini menunjukkan bahwa homoseksual merupakan suatu tradisi turun temurun pada suatu budaya tertentu. Masyarakat zaman dahulu menerima kehidupan homoseksual sebagai suatu bagian dari kehidupan.
          Berbeda dengan kehidupan zaman sekarang yang menganggap homoseksual merupakan suatu aib dan haram dilakukan, khususnya untuk beberapa agama. Banyak pihak yang tidak menerima keberadaan kaum homoseksual sehingga menjadikannya sebagai kelompok minoritas.
          Perilaku homoseksual di Indonesia sekarang ini masih dianggap tabu dan tidak sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Hal ini disebabkan karena masyaralat Indonesia masih menjunjung tinggi adat ketimuran. Selain itu, Indonesia juga masing dipengaruhi oleh budaya Jawa yang mempunyai peraturan pada setiap perilaku manusia.
          Dalam masyarakat Jawa dikenal istilah ma lima yang salah satunya menyangkut istilah madon, yaitu mencakup perihal hubungan seksual misalnya seks bebas, homoseksual, lebian, biseksual, sodomi, dan perdagangan wanita.
          Keberadaan kaum homoseksual di dalam masyarakat masih dianggap sebagai masalah sosial. Karena homoseksual masih belum bisa diterima oleh masyarakat. Masyarakat beranggapan bahwa homoseksual merupakan perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan kebiasaan manusia.
          Kaum homoseksual merupakan kaum minoritas, tetapi jumlahnya masih lebih banyak dibandingkan dengan kaum lesbian, yang keberadaannya sering mendapat tekanan dari pihak lain yang kurang setuju dengan keberadaan mereka. Para kaum homoseksual berusaha untuk menunjukkan eksistensi mereka di masyarakat, agar mereka bisa diterima dan hidup dengan damai di tengah masyakat.
          Homoseksual merupakan perilaku yang kurang sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia karena dianggap menyimpang dan tidak sesuai dengan norma agama dan budaya. Bahkan beberapa agama di Indonesia melarang dan mengharamkan hubungan homoseksual karena menyalahi kodrat manusia.
          Kaum homoseksual di dunia umumnya dan Indonesia khususnya, sudah tidak malu-malu lagi mengakui bahwa dirinya adalah seorang homoseksual. Hal ini wajar karena dengan berkembangnya teknologi, mendorong kaum ini merasakan nasib yang dialami kawan-kawannya dibelahan bumi lain. Mereka saling mendukung dan membela kaumnya dengan berbagai cara. Mereka mendirikan perkumpulan yang tujuannya adalah memperjuangkan hak-hak kaumnya terutama dalam tataran hukum sehingga bisa menikah secara sah.
          Kaum homoseksual seolah-olah mendapat angin segar, ketika kaumnya mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Bukan hanya didominasi para selebritis yang jelas-jelas memang tidak bisa dipertanggungjawabkan gaya hidupnya. Kalangan intelektual pun sudah mulai dijangkiti penyakit ini. Dede Utomo yang dijuluki sebagai bapak Homo Indonesia adalah seorang dosen salah satu universitas negeri ternama di Surabaya yang bergelar profesor.
          Beberapa tahun yang lalu muncul kasus yang menyangkut kaum homoseksual yang disinyalir melakukan pembunuhan terhadap pasangan homoseksualnya. Sejak itulah banyak kaum homoseksual yang berpura-pura menikah dengan kaum lesbian, hanya untuk menghilangkan pendangan negatif dari masyarakat.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan tinggalkan pesan anda untuk tulisan ini...