Cari di sini

Memuat...
PERINGATAN !

DILARANG MENGUTIP, MENJIPLAK, ATAU MENG-COPYPASTE-KAN ISI DARI KAJIAN YANG PERNAH DILAKUKAN DAN DIPUBLIKASIKAN DI WEBSITE INI !!

BELAJAR BUKAN DARI HASIL MENJIPLAK TAPI DARI KETEKUNAN DAN KEULETAN DALAM MENCARI PRESTASI. HIDUP BUKAN UNTUK DIBANGGAKAN TAPI UNTUK MEMBANGGAKAN!

Tentang ku

Alfian Rokhmansyah

Lahir di Pemalang pada hari Rabu tanggal 30 Agustus 1989. Alamat rumah di Jalan Jenderal Sudirman No. 18 RT 007 RW 007 Kelurahan Purwoharjo, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Pendidikan dasar diselesaikan di SD Muhammadiyah 02 Comal dan SMP Negeri 1 Comal. Pendidikan menengah diselesaikan di SMA Negeri 1 Pemalang dengan program studi Ilmu Alam.

Saat ini sedang menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Program studi yang ditempuh Sastra Indonesia S1 dengan konsentrasi bidang Ilmu Sastra. Beberapa minggu terakhir ini tengah disibukkan dengan aktivitas bimbingan skripsi bidang kajian resepsi sastra, di tengah kesibukannya menyelesaikan tugas-tugas kuliah. Semoga bisa dinyatakan lulus tahun ini dan menjalani wisuda awal tahun 2011.


Add FB ku ya...

Sabtu, 24 Juli 2010

LATAR BELAKANG HOMOSEKSUAL TOKOH DALAM NOVEL LELAKI TERINDAH KARYA ANDREI AKSANA: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA


Oleh
Alfian Rokhmansyah
NIM 2150407005/Sastra Indonesia (Ilmu Sastra)
Universitas Negeri Semarang

Pendahuluan

Novel sebagai bentuk karya sastra merupakan jalan hidup yang di dalamnya terjadi peristiwa dan perilaku yang dialami dan diperbuat manusia (Siswantoro 2005:29). Novel sendiri merupakan gambaran hidup tokoh yang menceritakan hampir keseluruhan perjalanan hidup tokoh. Penokohan serta karakter tokoh dalam novel digambarkan dengan lengkap atau jelas oleh pengarang. Setiap tokoh juga diberi gambaran fisik dan kejiwaan yang berbeda-beda sehingga cerita tersebut seperti nyata atau menjadi hidup. Dari segi kejiwaan, sastra bisa dipelajari dan ditelaah dengan menggunakan teori psikologi.

Novel yang digunakan dalam analisis ini adalah novel Lelaki Terindah karya Andrei Aksana. Novel ini menceritakan kehidupan pasangan homoseksual yang awalnya adalah seorang heteroseksual. Pengaruh lingkungan telah membuat tokoh utama menjadi seorang homoseksual hingga meninggalkan kehidupan yang selayaknya.

Landasan Teori
1. Psikologi Sastra
Jatman (dalam Endraswara 2008b: 97) berpendapat bahwa karya sastra dan psikologi memiliki pertautan yang erat, secara tak langsung dan fungsional. Pertautan tak langsung karena antara baik sastra maupun psikologi memiliki objek yang sama yaitu kehidupan manusia. Memiliki hubungan fungsional karena sama-sama mempelajari keadaan kejiwaan orang lain. Hal yang membedakan adalah, jika dalam psikologi gejala tersebut riil, sedangkan dalam sastra bersifat imajinatif.

2. Homoseksual
2.1 Pengertian Homoseksual
Menurut Kartono (1989: 247) homoseksual adalah relasi seks jenis kelamin yang sama, atau rasa tertarik dan mencintai jenis seks yang sama. Homoseksual dapat dimasukan ke dalam kajian abnormalitas seksual yang terdapat dalam psikologi abnormal.
2.2 Penyebab Homoseksual
Timbulnya sifat homoseksual pada diri seseorang dapat disebabkan bermacam-macam faktor, seperti kekurangan hormon laki-laki selama masa pertumbuhan, mendapatkan pengalaman homoseksual yang menyenangkan pada masa remaja atau sesudahnya, memandang perilaku heteroseksual sebagai sesuatu yang menakutkan atau tidak menyenangkan, atau karena dibesarkan ditengah-tengah keluarga yang didominasi oleh ibu sedangkan ayah lemah atau bahkan tidak ada (Widayani 2006: 16).

Latar Belakang Perubahan Orientasi Seksual Tokoh Utama

Homoseksual merupakan salah satu penyimpangan perkembangan psikoseksual. Secara sederhana homoseksual dapat diartikan sebagai suatu kecenderungan yang kuat akan daya tarik erotis seseorang justru terhadap jenis kelamin yang sama.

Homoseksual dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor internal dan eksternal. Dari faktor internal, homoseksual disebabkan karena kelainan pada hormon yang diproduksi oleh tubuh. Sehingga dapat menyebabkan kemunculan ketertarikan seksual terhadap sesama jenis. Selain itu, secara internal homoseksual juga dapat dipengaruhi karena kondisi kejiwaan penderita yang kurang stabil. Hal ini bisa disebabkan karena gejolak batin karena mengalami kegagalan cinta dengan kawan jenis, sehingga ia beralih dan ingin mencoba melakukan hubungan dengan sesama jenis.

Sedangkan dari faktor eksternal dapat dipengaruhi oleh lingkungan pergaulan dan hubungan dengan keluarga. Kondisi keluarga yang kurang harmonis dan kurangnya perhatian sosok ayah terhadap anak laki-lakinya dapat membuat melakukan penyimpangan seksual. Asuhan yang salah dan kurangnya nilai religiusitas dapat pula menyebabkan seseorang terlibat dalam kondisi homoseksual. Asuhan yang salah bisa direpresentasikan dalam tipikal orang tua yang kurang seimbang. Misalnya penderita homoseksual sejak kecil kurang mendapat kasih sayang dari seorang ayah dan lebih dominan dengan ibu dari pada ayah.

Faktor eksternal lain selain pengaruh keadaan dalam keluarga, juga bisa disebabkan karena adanya pengaruh pergaulan. Misalnya seorang anak laki-laki ketika menonton film porno dengan temannya akan mencari alat untuk memuaskan hasrat birahinya. Ketika terhambat oleh keadaan, mereka akan saling memuaskan satu sama lain. Lama-kelamaan hal ini akan menimbulkan ketertarikan dan rasa saling membutuhkan satu sama lain.

Dalam novel ini, kehidupan homoseksual digambarkan menjadi sasaran utama kemarahan dalam kehidupan suatu keluarga. Setiap keluarga pasti tidak akan menerima jika salah satu anggota keluarganya mengalami kelainan atau penyimpangan seksual.

Penutup

Dari analisis terhadap novel Lelaki Terindah di atas, terlihat adanya bentuk-bentuk perubahan orientasi seksual yang terjadi pada Rafky dan Valent. Mereka adalah seorang homoseksual yang ditandai oleh adanya penyimpangan orientasi seksual. Perubahan orientasi seksual pada tokoh Rafky dipengaruhi oleh faktor lingkungan pertemanan, sedangkan pada Valent karena faktor lingkungan keluarga yang tidak seimbang yaitu lebih dominan pola asuh dari ibu.

Daftar Pustaka

  1. Aksana, Andrei. 2007. Lelaki Terindah. Jakarta: Gramedia.

  2. Aminuddin. 1995. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

  3. Endraswara, Suwardi. 2008a. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Media Pressindo.

  4. _______. 2008b. Metodologi Penelitian Psikologi Sastra. Yogyakarta: Media Pressindo.

  5. Fauzi, Lutfi Seli. 2008. Homoseksual pada Remaja. http://luthfis.wordpress.com/2008/03/11/homoseksual-pada-remaja/ (diunduh 12 Agustus 2009)





  6. Jabrohim (Ed.). 2001. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Hanindita Graha Widia.

  7. Jaffar, Erros. 2004. Iblis itu Bernama “Homoseksual” (part 1). http://swaramuslim.net/ (diakses 7 November 2009)

  8. Kartono, Kartini. 1985. Psikologi Abnormal dan Abnormalitas Seksual. Bandung: CV. Mandar Maju.

  9. Lukman. 2009. Homoseksual. http://lukmanpsi05.blogspot.com/2009/01/ homoseksual.html (diakses 10 Mei 2010)

  10. Oetomo, Dede. 2001. Memberi Suara pada yang Bisu. Yogyakarta: Galang Press.

  11. Pradopo, Rachmat Djoko. 2007. Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

  12. Ratna, Nyoman Kutha. 2009. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

  13. Supratiknya, A. 2006. Mengenal Perilaku Abnormal. Yogyakarta: Penerbit Kanisius..

  14. Teeuw, A. 1988. Sastra dan Ilmu Sastra, Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.

  15. Widayani, Viena. 2006. Konsep Diri Pria Homoseksual (Studi Kasus di Kecamatan Kota Kabupaten Kudus). Skripsi. Semarang: Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang.

  16. Yuliastri, Tira. 2004. Penyimpangan Perilaku Seksual Tokoh Utama Novel Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh Karya Dee. Skripsi. Semarang: Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan tinggalkan pesan anda untuk tulisan ini...