Cari di sini

PERINGATAN !

DILARANG MENGUTIP, MENJIPLAK, ATAU MENG-COPYPASTE-KAN ISI DARI KAJIAN YANG PERNAH DILAKUKAN DAN DIPUBLIKASIKAN DI WEBSITE INI !!

BELAJAR BUKAN DARI HASIL MENJIPLAK TAPI DARI KETEKUNAN DAN KEULETAN DALAM MENCARI PRESTASI. HIDUP BUKAN UNTUK DIBANGGAKAN TAPI UNTUK MEMBANGGAKAN!

Tentang ku

Alfian Rokhmansyah

Lahir di Pemalang pada hari Rabu tanggal 30 Agustus 1989. Alamat rumah di Jalan Jenderal Sudirman No. 18 RT 007 RW 007 Kelurahan Purwoharjo, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Pendidikan dasar diselesaikan di SD Muhammadiyah 02 Comal dan SMP Negeri 1 Comal. Pendidikan menengah diselesaikan di SMA Negeri 1 Pemalang dengan program studi Ilmu Alam.

Saat ini sedang menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Program studi yang ditempuh Sastra Indonesia S1 dengan konsentrasi bidang Ilmu Sastra. Beberapa minggu terakhir ini tengah disibukkan dengan aktivitas bimbingan skripsi bidang kajian resepsi sastra, di tengah kesibukannya menyelesaikan tugas-tugas kuliah. Semoga bisa dinyatakan lulus tahun ini dan menjalani wisuda awal tahun 2011.


Add FB ku ya...

Minggu, 05 September 2010

Film SANG PENCERAH

Sang Pencerah, itulah judul film yang mengangkat kisah Pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan. Sebuah film yang akan mengenalkan kita pada sosok yang sudah berkontribusi sangat besar bagi pendidikan di Indonesia. Karena sebagaimana kita tahu, KH Ahmad Dahlan adalah yang memberikan pendidikan pada rakyat kelas bawah melalui pesantrennya.


Banyak sumber sejarah bahkan menyatakan bahwa KH Ahmad Dahlan lah yang sebenarnya lebih layak disebut bapak pendidikan, karena Ia lebih dulu  dari Ki Hajar Dewantara dalam memberikan kesempatan ‘sekolah’ pada rakyat kecil.


Film yang diperkirakan menghabiskan biaya produksi sebesar 12 miliar rupiah ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Aktor ternama Lukman Sardi yang diberi kepercayaan memerankan KH. Ahmad Dahlan. Film ini sendiri menurut keterangan Hanung akan diluncurkan pada bulan puasa 2010 ini atau bulan Agustus/September dan akan serentak tayang di bioskop-bioskop tanah air.

Selain Lukman Sardi, film ini melibatkan aktor lainnya seperti  Slamet Rahardjo, Sujiwo Tejo, Ikranegara,  Zaskia Mecca dan yang mengejutkan adalah Giring Nidji.

Lokasi syuting untuk film yang diangkat dari buku Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basra ini dilakukan di Kampung Kauman, Kota Yogyakarta, serta beberapa tempat di daerah lain seperti Ambarawa (Jawa Tengah), dan Bogor.

Saya pribadi, sangat antusias menyambut film Sang Pencerah ini, karena menurut saya memang sangat dibutuhkan sebagai pencerahan sejarah, nilai perjuangan bangsa dan nilai-nilai ke Indonesia-an lainnya untuk diangkat ke layar lebar, ditengah film-film kuning yang kini dominan diproduksi ditanah air.

Setelah Film Soe Hoe Gie, Naga Bonar, Laskar Pelangi, Sang Pencerah, tentunya dinantikan karya-karya lainnya dari sineas kita terutama yang mengangkat kisah dan sejarah tokoh dan perjalanan bangsa ini, biar kita dan generasi yang akan datang tidak kehilangan akar sejarah bangsanya.


Komentar:
Film ini adalah film yang mengisahkan kemunculan Ormas Muhammadiyah yang dicetuskan oleh KH.A.Dahlan di Yogyakarta yang waktu itu masih dislimuti kebudayaan Islam-Hindu. Film ini bisa dijadikan bahan perbandingan bila dalam Antropologi Budaya karena film ini menunjukkan adanya pemurnian ajaran Islam yang dibawa Muhamadiyah bila dibandingkan ormas lain, yaitu NU yang masih sedikit berbau budaya Jawa.

1 komentar:

  1. NU mahh bukan sedikit tapi Daslam (Campouran Hindu Islam)

    BalasHapus

Silakan tinggalkan pesan anda untuk tulisan ini...